PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Rabu
tanggal 12 November 2025. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi
melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), mulai mengembangkan
produksi kopi lokal. Upaya pengembangan kopi lokal itu dilakukan mengingat
terjadinya pertumbuhan dan pengembangan komoditas kopi di beberapa daerah di
Kabupaten Sukabumi.
Dalam Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni.ST.MT mengungkapkan “Bahwsanya data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tahun 2025, luas areal perkebunan rakyat yang ditanami kopi pada tahun 2024 mencapai 1.474 hektar. Ada peningkatan pertambahan dari luas areal lahan kopi dari dua tahun sebelumnya. Dan produksi kopi pun bertambah. Pada tahun 2024 produksi kopi mencapau 766 ton. Angka itu bertambah 100 persen dari tahun sebelumnya.Berdasarkan data, tercatat 22 kecamatan di Kabupaten Sukabumi sebagai penghasil kopi. Kecamatan penghasil terbesar produksi kopi, Kecamatan Gegerbitung dengan produksi mencapai 175,56 ton.Kemudian kecamatan dengan produksi terbesar kedua, Kadudampit dengan produksi sebesar 129,11 ton. “Hasil panen kopi tersebut dominan dipasarkan ke luar Kabupaten Sukabumi.”Ungkap.Selasa (11/112025 )
Lebih lnjut Dani Tarsoni menambahkan “Dari tingginya produksi kopi lokal itu di Kabupaten Sukabumi efek domino pun berkembang ke pola pengolahan kopi local.Termoonitor terdapat ± 20 pengolah kopi dengan penyerapan hasil panen.Hal ini masih jauh dari yang diharapkan. Untuk meningkatkan penyerapan hasil panen yang maksimal.Pemkab Sukabumi melalui Disdagin, akan berupaya maksimal mempromosikan kopi lokal.Salah satu upaya dalam meningkatkan daya saing, promosi dan pengembangan sektor Industri Kecil Menengah (IKM) pengolah kopi lokal melalui Festival Kopi 2025.Festival ini, akan berlangsung pada Kamis (13/11) depan, di Gedung Promosi dan Pusat Pengembangan Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Palabuhanratu.Festival kopi 2025 ini, bertujuan untuk menumbuhkembangkan potensi IKM pengolah kopi di Kabupaten Sukabumi melalui peningkatan kualitas produk, perluasan jaringan pasar, dan edukasi publik. Nantinya pada festival itu menghadirkan kegiatan seperti, Talk Show dan Workshop tentang kopi, Coffee Competition atau lomba meracik dan menyajikan kopi dan Get Free Coffe/Testing Session.Ada sesi promosi, mencicipi kopi dari IKM pengolah kopi lokal secara gratis terutama untuk pihak-pihak yang memiliki ketertarikan dengan hasil olahan kopi.Kemudian, di Festival itu ada Pameran Produk IKM Kopi, yang menghadirkan Display produk olahan kopi dari berbagai IKM pengolah kopi lokal. Dan tentunya, ada hiburan penampilan seni.”Tambahnya .*(GUNTA)











