PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Selasa
tanggal 11 November 2025. Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten
Sukabumi terus menggencarkan sosialisasi pentingnya pola makan Beragam,
Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) kepada masyarakat melalui berbagai kanal,
termasuk media sosial resmi. (Senin 10 /11/2025 )
Dalam kesempatanya Kepala DKP Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot
Sugiharto.Sp.B. MARS.M.Kom, menaegaskan “ Bahwa B2SA bukan sekadar slogan,
tetapi panduan praktis dalam menyusun menu harian agar masyarakat memperoleh
gizi seimbang untuk hidup sehat, aktif, dan produktif.Bahwa prinsip B2SA
sejalan dengan konsep “Isi Piringku “, di mana sepertiga piring diisi
makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, sepertiga sayur-sayuran, serta
sisanya lauk pauk dan buah-buahan sebagai sumber protein, vitamin, dan mineral.Selain
beragam dan bergizi, Saya juga menekankan pentingnya keamanan pangan dari
cemaran fisik, kimia, maupun biologis. Makanan harus bebas dari kotoran, residu
pestisida, pewarna tekstil, serta bakteri atau jamur.Melalui penerapan pola
makan B2SA, DKP berharap masyarakat Sukabumi dapat meningkatkan kualitas hidup,
daya tahan tubuh, dan produktivitas, sekaligus mendukung ketahanan pangan
keluarga yang berkelanjutan.”Ungkanya.
Lebih lanjut dr.Gatot menambahkan “bahwa penerapan pola
makan B2SA merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam mewujudkan
ketahanan pangan keluarga. Masyarakat perlu memahami bahwa makanan yang sehat
tidak harus mahal. Yang terpenting adalah beragam sumber pangan, cukup gizi,
serta aman dikonsumsi. Melalui kegiatan sosialisasi ini, DKP
menggandeng berbagai pihak seperti PKK, penyuluh pangan, serta perangkat desa
untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat rumah tangga. Dalam
beberapa kegiatan, peserta juga diberikan pelatihan olah pangan lokal, seperti
pembuatan aneka kudapan dari ubi, pisang, dan singkong, sebagai alternatif
karbohidrat nonberas.Program B2SA ini diharapkan dapat mendorong masyarakat
untuk lebih mandiri dalam penyediaan pangan dan tidak bergantung pada satu
jenis sumber makanan saja. Selain itu, DKP juga mengimbau agar masyarakat
memperhatikan aspek keamanan pangan, termasuk kebersihan bahan dan proses
pengolahan.”Tambahnya *(GUNTA)










