terkini

Merajut Persaudaraan Di Tengah Musibah, Flobamorata NTT Hadir Untuk Korban Kebakaran Di Kasepuhan Ciptamulya

Patroli Sukabumi
, Sabtu, Agustus 22, 2026 WIB Last Updated 2026-08-23T01:23:44Z



PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Minggu tanggal 23 Agustus 2026. Di tengah kabar duka yang menyelimuti masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat bencana gempa bumi, sebuah pesan kemanusiaan justru mengalir dari tanah Pasundan. Komunitas Flobamorata NTT menunjukkan bahwa solidaritas tidak boleh mengenal batas wilayah, suku, budaya maupun kondisi. Rekam jejak digital pada 22 Agustus 2026, Di tengah kabar duka gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur, komunitas warga NTT ini tetap menyempatkan diri menyambangi dan membantu korban musibah kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi.

 

Mereka menyalurkan bantuan logistik serta donasi hasil penggalangan dana kepada warga terdampak. Selain meringankan beban materiil, kehadiran IPFP menjadi suntikan moril berharga bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal. Flobamorata NTT hadir di tengah warga terdampak kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi. Mereka menyerahkan bantuan hasil penggalangan dana dari berbagai pihak sekaligus memberikan dukungan moril kepada para korban yang tengah menghadapi masa sulit.Kehadiran tersebut bukan sekadar soal bantuan. Ini adalah pesan tegas bahwa ketika manusia sedang jatuh, kepedulian tidak boleh ikut padam.

 

Dalam kesempatanya Ketua Flobamorata, Metu Holbala, mengatakan “ Bahwa musibah tidak boleh membuat manusia kehilangan rasa persaudaraan, kami pun ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti, karena penderitaan manusia adalah urusan kita Bersama.Pertemuan Flobamorata NTT dengan masyarakat Ciptamulya pun menjadi lebih dari sekadar agenda sosial. Di sana bertemu dua latar belakang budaya yang berbeda, tetapi disatukan oleh nilai yang sama.Kemanusiaan dan persaudaraan.Flobamorata dan Pasundan mungkin memiliki akar budaya, bahasa dan tradisi yang berbeda. Namun perbedaan tersebut tidak semestinya menjadi tembok pemisah. Justru keberagaman harus menjadi jembatan untuk membangun kebersamaan.”Katanya

 

Lebih lanjut Metu menambahkan “Bagi korban kebakaran di Ciptamulya, bantuan yang diberikan tentu tidak serta-merta menghapus seluruh kesedihan akibat musibah. Tetapi kehadiran, uluran tangan dan dukungan moril dapat menjadi kekuatan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit seorang diri.Begitu pula bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi bencana alam. Aksi Flobamorata di Sukabumi menjadi pesan bahwa NTT tidak sendiri dan persaudaraan tetap hidup meski jarak memisahkan kami berada ditanah pasundan.”Tambahnya.

 

Sementara itu Tokoh Ciptamulya Abah Hendrik mengatakan” Bahwa Ini Bukan Sekadar Bantuan, Tetapi Jembatan Persaudaraan.Kehadiran Flobamorata NTT mendapat sambutan hangat dari Tokoh Kesepuhan Ciptamulya, yang didampingi Jaro Iwan.Saya mengapresiasi kepedulian Ikatan Persaudaraan Flobamorata NTT–Pasundan (IPFP), terutama karena gerak organisasi tersebut tidak hanya berkutat pada persoalan sosial, tetapi juga adat, budaya dan kemasyarakatan.Apalagi gerak IPFP terfokus pada adat dan budaya. Sehingga kunjungan ini bukan sekadar soal bantuan sosial, tetapi memiliki makna yang lebih besar karena dapat menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda.”Kata Abah Hendrik.

 

Lebih jauh Abah Hendrik menegaskan “ Bahwa  Masyarakat Kasepuhan Ciptamulya menyambut baik keberadaan IPFP dan melihat kehadiran tersebut sebagai awal dari lahirnya persaudaraan baru.Jelas kami Masyarakat Kasepuha Ciptamulya sangat menyambut baik dan mendukung hadirnya Ikatan Persaudaraan Flobamorata NTT–Pasundan. Kami merasa memiliki saudara baru.Saya juga mengingatkan agar hubungan tersebut jangan berhenti ketika kegiatan bantuan selesai. Silaturahmi tidak boleh menjadi seremonial sesaat.Saya berharap komunikasi dan kolaborasi antara IPFP dengan masyarakat Ciptamulya terus dikembangkan melalui kegiatan sosial, adat, budaya, keagamaan maupun kemasyarakatan.Jangan sampai silaturahmi ini hanya terjadi hari ini. Kami berharap ke depan komunikasi dan kebersamaan ini terus berjalan. Kita bisa membuat kegiatan sosial, budaya, keagamaan maupun kegiatan kemasyarakatan secara bersama-sama. Kami juga membuka ruang kolaborasi antara IPFP dengan Paguyuban Prabu yang berada dalam lingkungan 14 Kesepuhan.”Tegasnya

 

Saya menilai perbedaan latar belakang bukan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan apabila dibangun dengan rasa saling menghormati dan kepedulian.Mudah-mudahan IPFP semakin besar, semakin bermanfaat dan semakin dekat dengan masyarakat. Kami dari Ciptamulya siap membuka pintu silaturahmi dan membangun kolaborasi Bersama.Apa yang terjadi di Kasepuhan Ciptamulya mungkin terlihat sederhana. Tidak ada panggung besar, tidak ada kemeriahan, dan tidak ada sekat antara pemberi dan penerima.Yang hadir hanyalah manusia yang sedang berusaha menguatkan manusia lainnya.”Pungkasnya.

 

Terpantau awak media,Di tengah sebagian saudara di NTT yang sedang menghadapi musibah, masyarakat Flobamorata di Sukabumi justru memilih menyalakan api kepedulian di tengah warga Kasepuhan Ciptamulya yang terdampak kebakaran.Pesannya sederhana, tetapi kuat merajut persaudaraan.Flobamora dan Pasundan adalah saudara tanpa ikatan lahiria.Karena persaudaraan bukan sekadar soal berasal dari daerah yang sama. Persaudaraan adalah keberanian untuk hadir ketika orang lain membutuhkan, kesediaan mengulurkan tangan ketika sesama sedang terjatuh, dan ketulusan untuk tetap peduli meskipun diri sendiri sedang menghadapi ujian.Dari Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi, kemanusiaan kembali mengingatkan: berbeda budaya bukan alasan untuk berbeda kepedulian.*(GUNTA)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Merajut Persaudaraan Di Tengah Musibah, Flobamorata NTT Hadir Untuk Korban Kebakaran Di Kasepuhan Ciptamulya

Terkini