terkini

Dampak Kemarau Panjang, 115 KK Di Desa Benda Cicurug Krisis Air Bersih, Warga Desak Pemkab Bangun Sumur Bor

Patroli Sukabumi
, Sabtu, Agustus 22, 2026 WIB Last Updated 2026-08-23T00:42:10Z



PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari minggu tanggal 23 Agustus 2026.Musim kemarau panjang mulai membawa dampak serius bagi masyarakat di wilayah Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Menyusutnya debit sumber air membuat sejumlah sumur warga mulai mengering, sementara kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari terus meningkat.Kondisi tersebut dirasakan warga Kampung Bangkongreang RT 01/RW 07, Desa Benda. Sedikitnya 115 Kepala Keluarga (KK) disebut terdampak keterbatasan air bersih akibat semakin sulitnya memperoleh sumber air.Pantauan di lapangan, warga terlihat mengantre sambil membawa jeriken untuk mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa dampak kemarau mulai dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

 

Dalam kesemptanya Ketua RT 01, Erwin Setiawan, mengatakan “Bahwa kemarau tahun ini sangat dirasakan oleh warga. Menurutnya, persoalan air bersih bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia setiap hari.Kondisi kemarau saat ini memang sangat terasa sekali oleh warga Masyarakat.Masyarakat yang tinggal di wilayah yang rentan mengalami kekeringan harus menghadapi konsekuensi cukup berat ketika sumber air mulai menyusut. Selain sumur warga mengering, masyarakat juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh air bersih.Air dibutuhkan untuk minum, memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi. Ketika sumber air mengering, masyarakat otomatis semakin terbebani.”Katanya.

 

Lebih lanjut Erwin menegaskan “ Kondisi yang dialami warga Kampung Bangkongreang semestinya menjadi perhatian serius pemerintah. Krisis air bersih tidak seharusnya hanya ditangani ketika keadaan sudah semakin parah.Saya berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama pemerintah desa dan instansi teknis terkait dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan sumber air sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.Sebanyak 115 KK yang terdampak, kata dia, membutuhkan solusi nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar imbauan.Warga juga berharap pemerintah memberikan dukungan melalui pembangunan Sarana Air Bersih (SAB), khususnya sumur bor, yang dapat menjadi sumber air alternatif bagi masyarakat.Pembangunan sumur bor dinilai dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk menghadapi persoalan kekeringan yang berulang setiap musim kemarau. Namun, pembangunan tersebut tentunya perlu didahului kajian teknis agar lokasi dan kapasitas sumber air sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Tegasnya.

 

Terpantau awak media banyaknya sumur bor dari program proyek SAB Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Sukabumi memang belum tepat sasaran di titik lokasinya. Tentunya kondisi ini tidak menunggu sampai kondisi semakin darurat baru mengambil Langkah Langkah konkret.Apabila debit sumur terus menurun dan sumber mata air semakin terbatas, penanganan harus dilakukan secara konkret, mulai dari distribusi air bersih untuk kebutuhan mendesak hingga penyediaan infrastruktur SAB permanen.Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, ketika warga sudah mengalami kesulitan mendapatkan air dan menyampaikan kebutuhan pembangunan sumur bor, Pemkab Sukabumi dituntut hadir dengan solusi yang cepat, tepat sasaran, serta berkelanjutan.Warga berharap pemerintah segera hadir sebelum krisis air bersih di Desa Benda berkembang menjadi persoalan yang lebih serius bagi kehidupan Masyarakat. * (GUNTA)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dampak Kemarau Panjang, 115 KK Di Desa Benda Cicurug Krisis Air Bersih, Warga Desak Pemkab Bangun Sumur Bor

Terkini