PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari minggu
tanggal 23 Agustus 2026.Musim kemarau panjang mulai membawa dampak serius bagi
masyarakat di wilayah Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Menyusutnya debit sumber air membuat sejumlah sumur warga mulai mengering,
sementara kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari terus meningkat.Kondisi
tersebut dirasakan warga Kampung Bangkongreang RT 01/RW 07, Desa Benda.
Sedikitnya 115 Kepala Keluarga (KK) disebut terdampak keterbatasan air bersih
akibat semakin sulitnya memperoleh sumber air.Pantauan di lapangan, warga
terlihat mengantre sambil membawa jeriken untuk mendapatkan air bersih. Kondisi
tersebut menjadi gambaran nyata bahwa dampak kemarau mulai dirasakan secara
langsung oleh masyarakat.
Dalam kesemptanya Ketua RT 01, Erwin Setiawan, mengatakan “Bahwa
kemarau tahun ini sangat dirasakan oleh warga. Menurutnya, persoalan air bersih
bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat
yang harus tersedia setiap hari.Kondisi kemarau saat ini memang sangat terasa
sekali oleh warga Masyarakat.Masyarakat yang tinggal di wilayah yang rentan
mengalami kekeringan harus menghadapi konsekuensi cukup berat ketika sumber air
mulai menyusut. Selain sumur warga mengering, masyarakat juga harus
mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh air bersih.Air dibutuhkan untuk
minum, memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi. Ketika sumber air
mengering, masyarakat otomatis semakin terbebani.”Katanya.
Lebih lanjut Erwin menegaskan “ Kondisi yang dialami warga
Kampung Bangkongreang semestinya menjadi perhatian serius pemerintah. Krisis
air bersih tidak seharusnya hanya ditangani ketika keadaan sudah semakin parah.Saya
berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama pemerintah desa dan instansi
teknis terkait dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan sumber
air sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.Sebanyak 115 KK
yang terdampak, kata dia, membutuhkan solusi nyata dan berkelanjutan, bukan
sekadar imbauan.Warga juga berharap pemerintah memberikan dukungan melalui
pembangunan Sarana Air Bersih (SAB), khususnya sumur bor, yang dapat menjadi
sumber air alternatif bagi masyarakat.Pembangunan sumur bor dinilai dapat
menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk menghadapi persoalan kekeringan
yang berulang setiap musim kemarau. Namun, pembangunan tersebut tentunya perlu
didahului kajian teknis agar lokasi dan kapasitas sumber air sesuai dengan
kebutuhan masyarakat. “Tegasnya.
Terpantau awak media banyaknya sumur bor dari program proyek SAB Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Sukabumi memang belum tepat sasaran di titik lokasinya. Tentunya kondisi ini tidak menunggu sampai kondisi semakin darurat baru mengambil Langkah Langkah konkret.Apabila debit sumur terus menurun dan sumber mata air semakin terbatas, penanganan harus dilakukan secara konkret, mulai dari distribusi air bersih untuk kebutuhan mendesak hingga penyediaan infrastruktur SAB permanen.Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, ketika warga sudah mengalami kesulitan mendapatkan air dan menyampaikan kebutuhan pembangunan sumur bor, Pemkab Sukabumi dituntut hadir dengan solusi yang cepat, tepat sasaran, serta berkelanjutan.Warga berharap pemerintah segera hadir sebelum krisis air bersih di Desa Benda berkembang menjadi persoalan yang lebih serius bagi kehidupan Masyarakat. * (GUNTA)









