PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Kamis
tanggal 25 Juni 2026.Syukuran Nelayan Cisolok ke-29 yang digelar di Tempat
Pelelangan Ikan (TPI) Pajagan, Kecamatan Cisolok berlangsung meriah. Kegiatan
tahunan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut
yang telah menjadi sumber penghidupan sekaligus sarana mempererat kebersamaan
warga pesisir .(Rabu 24/6/2026).
Dalam kesempatanya Kepala Dinas Perikanan Kabupaten
Sukabumi, Sri Padmoko. A.Pi.MP mengungkapkan “ Saya mengapresiasi
penyelenggaraan kegiatan yang dinilai memiliki nilai sosial, budaya, dan
ekonomi bagi masyarakat. Syukuran Nelayan merupakan tradisi yang perlu terus
dilestarikan karena mampu memperkuat solidaritas antarnelayan dan menjadi ruang
silaturahmi antara masyarakat dengan pemerintah.Melalui kegiatan ini,
pemerintah dapat bertemu langsung dengan masyarakat nelayan, mendengarkan
berbagai masukan, sekaligus memperkuat sinergi dalam upaya memajukan sektor
perikanan di Kabupaten Sukabumi. Saya berharap tradisi Syukuran
Nelayan dapat terus menjadi sarana menjaga kebersamaan, meningkatkan semangat
kerja para nelayan, serta mendorong pengelolaan sumber daya perikanan yang
berkelanjutan”Ungkapnya.
Sementara itu Camat Cisolok, Okih Fazri mengatakan “ Saya
menilai pelaksanaan Syukuran Nelayan tahun ini berlangsung sukses dan meriah
berkat dukungan panitia, relawan, donatur, masyarakat, serta berbagai pihak
yang terlibat.Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam
mendukung kesejahteraan dan keselamatan nelayan, sekaligus menjaga semangat
gotong royong di tengah masyarakat pesisir.Kegiatan ini bukan hanya tradisi
tahunan, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk
terus mendukung kemajuan dan kesejahteraan nelayan di wilayah Kecamatan Cisolok.”Ucapnya.
Ditempat yang sama Ketua DPC HNSI Kabupaten Sukabumi, Dede
Ola, mengatakan “ Syukuran Nelayan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan
bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan rezeki yang
diberikan melalui hasil laut.Kegiatan tersebut juga memiliki nilai penting
dalam memperkuat spiritualitas masyarakat, mengembangkan kreativitas generasi
muda melalui berbagai perlombaan dan pertunjukan seni, serta melestarikan
budaya lokal yang tetap selaras dengan nilai-nilai keagamaan.Budaya harus tetap
terawat, tetapi akidah juga harus terjaga. Keduanya dapat berjalan beriringan
apabila dilaksanakan secara bijaksana”Pungkasnya.
Terpantau awak media Rangkaian Syukuran Nelayan Cisolok tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan budaya, keagamaan, hingga hiburan rakyat.*(GUNTA)









