PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Sabtu
tanggal 24 January 2026. Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan
digelar pada Senin, 9 Februari 2026 di Provinsi Banten, dipastikan akan
dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.Kepastian
tersebut terungkap dalam audiensi pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)
Pusat dengan Kementerian Kebudayaan RI, yang berlangsung pada Jumat pagi
(23/1/2026) di Jakarta.
Audiensi diterima oleh Muhammad Asrian Mirza, Staf Khusus
Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik dalam keterangan pers
yang disampaikan Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, Jumat malam. Bapak Presiden
Prabowo sudah menjadwalkan kehadirannya pada HPN 2026 di Banten. Bapak Menteri
Kebudayaan Fadli Zon juga siap hadir sekaligus melakukan peletakan batu pertama
Museum Siber SMSI.Dalam rangkaian HPN 2026 yang diselenggarakan SMSI,
konstituen Dewan Pers, juga akan ditandai dengan peletakan batu pertama
pembangunan Museum Siber SMSI pada 7 Februari 2026 di Kota Serang. Pada
kesempatan peletakan batu pertama museum tersebut, Menteri Kebudayaan RI Fadli
Zon akan hadir. “Ujar Muhammad Asrian Mirza.
Dalam audiensi di Kementerian Kebudayaan, tim SMSI Pusat
yang hadir antara lain Prof. Dr. Taufiqurochman, A.Ks., S.Sos., M.Si (Dewan
Penasihat), Ilona Juwita (Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Media Siber dan
Digital), dr. Nishal (Direktur Media Crisis Center), serta Dyah Kristiningsih
(Wakil Direktur Departemen Kesekretariatan dan Keuangan).
Ilona Juwita yang juga dikenal sebagai cucu tokoh seni
budaya Pak Ogah, menyatakan “ Kesiapannya mendampingi Menteri Kebudayaan dalam
agenda peletakan batu pertama Museum Siber SMSI di Banten.Ilona juga
menyampaikan, bahwa Musium ini, merupakan musium media siber pertama yang akan
di bangun di Indonesia.Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan
akrab tersebut juga membahas penguatan aliansi strategis antara media siber dan
negara dalam pembangunan peradaban berbasis kebudayaan. Kementerian Kebudayaan
menegaskan komitmennya menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan
nasional, bukan sekadar sektor pelengkap.
Media siber dipandang memiliki peran penting dalam merawat
dan menyebarluaskan nilai-nilai kebudayaan, termasuk memberi ruang bagi tradisi
lokal, bahasa daerah, serta pengetahuan komunitas yang selama ini kerap
terpinggirkan dalam arus utama pembangunan.Pembangunan Museum Siber SMSI di
Banten, kata Firdaus, diharapkan menjadi simbol kolaborasi negara dan media
dalam menjaga memori, identitas, serta perjalanan pers dan kebudayaan Indonesia
di era digital.Dari Cerita Rakyat ke Ruang Redaksi.Sejarah Indonesia tidak
terlepas dari kekuatan cerita dan tulisan.
Dari cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun hingga
budaya menulis di media massa, kata-kata telah menjadi perekat nilai dan
identitas bangsa.Dalam perjalanan sejarah, wartawan tidak hanya mencatat
peristiwa, tetapi turut membangun kesadaran kolektif dan imajinasi kebangsaan. Di
era digital, peran itu berlanjut melalui media siber yang kini menjadi ruang
kebudayaan baru.Melalui jaringan media hingga ke daerah, SMSI berada pada
posisi strategis untuk memastikan cerita Indonesia tetap berakar pada
nilai-nilai lokal dan kebhinekaan.
Menurut Ketua Umum SMSI Firdaus, audiensi dengan
Kementerian Kebudayaan menegaskan “Kembali pentingnya peran pers dan wartawan
sebagai penjaga ingatan kolektif bangsa.Di tengah tantangan zaman dan arus
informasi yang cepat, wartawan dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga
beretika, berakar, dan berpihak pada nilai kebudayaan. Dari cerita rakyat
hingga berita digital, pers tetap menjadi penjaga narasi Indonesia agar jati
diri bangsa terus hidup dan berdaulat atas maknanya sendiri. *(SMSI)







