terkini

Manuver Presidium DOB Sukabumi Utara Diduga Sekadar Panggung Retorika dan Cetak Anggaran

Patroli Sukabumi
, Kamis, Juli 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T15:35:37Z



PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Kamis tanggal 30 Juli 2026. Dinamika pemekaran Daerah Otonomi Baru Kabupaten Sukabumi Utara (DOB KSU) kembali mencuat ke permukaan. Namun, bukan karena progres konkret, melainkan manuver retorika yang dinilai kian kehilangan substansi.Presidium Pemekaran DOB KSU yang dipimpin oleh Wakil Ketua Wibowo, bersama jajaran pengurusnya, terpantau melakukan serangkaian pertemuan politik ke Komisi I DPRD, Ketua DPC Partai Demokrat, hingga DPC Partai Gerindra. Agenda tersebut diklaim sebagai bagian dari konsolidasi perjuangan pemekaran wilayah.

 

Namun di balik langkah tersebut, muncul sorotan tajam. Secara legalitas, Presidium ini diduga belum memiliki kekuatan persyaratan adminitrasi yang baru ( Persyaratan masih yang lama ). Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius. Atas nama siapa dan legitimasi apa mereka bergerak ....?

Di sisi lain, langkah-langkah yang dilakukan dinilai kontradiktif dengan realitas kebijakan nasional. Pemerintah pusat hingga kini masih memberlakukan moratorium pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB). Artinya, secara regulatif, ruang untuk realisasi DOB Sukabumi Utara masih tertutup rapat.

Meski demikian, Presidium tetap menggulirkan wacana lanjutan perjuangan. Bahkan, muncul dugaan bahwa aktivitas tersebut lebih berorientasi pada upaya membuka peluang anggaran, khususnya melalui skema dana hibah APBD Kabupaten Sukabumi.Ketua dari Forum Pemekaran Provinsi Jawa Barat pun "Bayu Risnandar " sempat bingung karena informasi dari pusat dan provinsi belum ada sinyal atau tanda tanda.

 

Kritik keras datang dari Ketua LSM BARAK, Agus TB, yang juga dikenal sebagai aktivis dari Cicurug mengungkapkan “ Saya menilai arah gerakan Presidium Pemekaran DOBKSU jauh dari representasi perjuangan akar rumput.Paradigma Presidium Pemekaran DOB KSU saat ini belum mewakili aktivis pergerakan dari Cicurug dan Cidahu. Cara berpikirnya masih sempit, cenderung didominasi ego kedaerahan kelompok. Saya juga menyoroti minimnya progres nyata yang dihasilkan.Presidium terkesan berjalan di tempat dan justru memunculkan dugaan adanya kepentingan lain.Faktanya, sampai hari ini hanya jalan di tempat. Bahkan muncul dugaan hanya untuk mencetak uang dari dana hibah APBD Kabupaten Sukabumi.”Ungkapnya.

 

Lebih jauh, Agus menegaskan “Bahwa perjuangan pemekaran seharusnya dibangun dengan kerangka berpikir luas, inklusif, dan merangkul seluruh elemen, terutama para aktivis dari Cicurug dan Cidahu yang sejak awal menjadi bagian dari sejarah gerakan pemekaran Sukabumi Utara.Seharusnya mereka mengayomi dan mengajak seluruh elemen perjuangan. Jangan justru eksklusif dan elitis.Situasi ini menegaskan bahwa wacana DOB Sukabumi Utara kini tidak hanya menghadapi hambatan regulasi berupa moratorium, tetapi juga krisis kepercayaan publik daerah cicurug dan cidahu. Apalagi Ketua dari Forum Pemekaran Provinsi Jawa Barat pun "Bayu Risnandar "tidak mengetahui arah pergerakanya ”Tegas Agus *(GUNTA)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Manuver Presidium DOB Sukabumi Utara Diduga Sekadar Panggung Retorika dan Cetak Anggaran

Terkini