terkini

Setahun Pascabanjir Cisolok–Cikakak, Bantuan Rumah BAZNAS Diduga Mandek - Korban Hanya Terima Plang Tanpa Bangunan

Patroli Sukabumi
, Selasa, Juli 28, 2026 WIB Last Updated 2026-07-28T15:06:52Z



PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Selasa tanggal 28 Juli 2026. Hampir satu tahun berlalu sejak bencana banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Cisolok dan Kecamatan Cikakak pada 27 Oktober 2025. Namun, proses pemulihan bagi sebagian warga terdampak hingga kini dinilai masih jauh dari harapan. Janji bantuan yang digadang-gadang mampu memulihkan kehidupan korban justru disebut belum terealisasi secara nyata.

 

Salah seorang korban banjir berinisial OD, warga Kampung Tugu RT 001/RW 001, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok mengungkpkn “ Saya mengaku kecewa lantaran rumah yang dijanjikan melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS belum juga dibangun. Ia menyebut bantuan yang diterima baru sebatas papan bertuliskan “Rumah Layak Huni BAZNAS”, tanpa adanya kelanjutan pembangunan fisik.Sampai sekarang yang ada hanya plangnya. Rumahnya belum dibangun.”Ungkap OD.

 

Sementara itu Sorotan keras turut disampaikan Koordinator LSM GAPURA RI Wilayah Palabuhanratu, Gugun Edwar mengungkapkan “ Saya menilai kondisi tersebut berpotensi melukai rasa keadilan para korban bencana.Masyarakat tidak membutuhkan simbol pencitraan. Mereka membutuhkan rumah yang benar-benar layak huni, bantuan yang nyata, kepastian tempat tinggal, serta pendampingan hingga pulih dari bencana.”Ungkap Gugun.

 

Lebih lanjut, Gugun menegasakan “ Saya mempertanyakan peran pemerintah daerah beserta seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan pemulihan pascabencana. Menurutnya, hampir satu tahun merupakan waktu yang cukup untuk merealisasikan program bantuan secara konkret.Ini sudah hampir setahun. Ke mana pemerintah dengan seluruh instrumennya, termasuk DPRD? Jangan sampai korban terus dibiarkan menunggu tanpa kepastian.Saya juga mendesak agar program Rumah Layak Huni yang dikelola BAZNAS segera dievaluasi secara menyeluruh apabila benar bantuan yang diterima masyarakat belum sesuai tujuan.Kalau masyarakat hanya menerima papan nama tanpa pembangunan rumah, tentu patut dipertanyakan. Ada apa sebenarnya? Berapa anggaran yang dialokasikan? Bagaimana tahapan pelaksanaannya? Berapa jumlah penerima manfaatnya? Semua itu harus dijelaskan secara terbuka kepada publik.”Tegasnya.

 

Sebagai lembaga pengelola dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS dinilai memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam pelaksanaan setiap program bantuan, guna mencegah munculnya spekulasi dan kekecewaan masyarakat.Di sisi lain, warga berharap perhatian pemerintah dan pihak terkait tidak berhenti pada seremoni maupun simbol semata. Bagi para penyintas, ukuran keberhasilan pemulihan bukan terletak pada banyaknya papan nama yang dipasang, melainkan pada seberapa banyak keluarga yang benar-benar kembali memiliki hunian yang aman, layak, dan bermartabat sebagai titik awal kehidupan baru.”Pungkasnya.

 

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak BAZNAS maupun Pemerintah Kabupaten Sukabumi terkait pengakuan warga tersebut. Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan serius terkait kepastian realisasi program bantuan bagi korban bencana yang hingga kini masih berjuang bangkit dari keterpurukan. *(GUNTA )

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Setahun Pascabanjir Cisolok–Cikakak, Bantuan Rumah BAZNAS Diduga Mandek - Korban Hanya Terima Plang Tanpa Bangunan

Terkini