PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Minggu
tanggal 4 January 2026. Pasca bencana banjir dan longsor yang melanda
Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Senin, 29 Desember 2025,
suara keprihatinan datang dari Paguyuban Armada Cilawang bersama Aliansi
Masyarakat Jampangtengah. Mereka menyampaikan pernyataan sikap atas musibah
yang dinilai berkaitan erat dengan degradasi lingkungan di wilayah tersebut.
Wakil Paguyuban Armada Cilawang, Fadel, menyampaikan “ Kami
menyatakan sikap tersebut disampaikan secara terbuka di Alun-alun Jampangtengah
( Selasa, 30 Desember 2025 ). Kami sangat empati yang mendalam kepada warga
yang terdampak, sekaligus menegaskan bahwa bencana yang terjadi tidak
semata-mata disebabkan oleh faktor alam.Menurut kami, tingginya curah hujan
bukan satu-satunya pemicu banjir dan longsor. Aktivitas pertambangan di
sejumlah titik di Kecamatan Jampangtengah disebut menjadi faktor yang patut
dievaluasi karena diduga telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan memperparah
dampak bencana.Atas kondisi tersebut, Paguyuban Armada Cilawang mendesak
pemerintah daerah agar segera melakukan langkah konkret untuk menangani
kerusakan lingkungan demi menjaga keselamatan masyarakat dan keberlanjutan
ekosistem.”Ungkapnya.
Lebih lanjut Fadel, menambahkan “ Kami juga meminta
pemerintah bersikap tegas terhadap pelaku usaha yang terbukti melakukan
perusakan atau pencemaran lingkungan.Penanganan harus dilakukan secara serius
agar wilayah terdampak bisa segera pulih dan kejadian serupa tidak terulang.Sebagai
tindak lanjut, Kami telah melakukan audiensi dengan Dinas Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat Wilayah I di Cianjur.Pertemuan tersebut
juga dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Forkopimcam, serta perwakilan
perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.Warga menilai kekhawatiran
tersebut bukan tanpa alasan. Dokumentasi yang mereka miliki menunjukkan bahwa
banjir lumpur yang menggenangi jalan raya dan permukiman warga di Kampung
Cilawang diduga berasal dari area tambang yang berada di atas wilayah permukiman.Masyarakat
berharap adanya pengawasan ketat serta langkah nyata dari pemerintah agar
kerusakan lingkungan dapat dihentikan dan keselamatan warga Jampangtengah tetap
terjaga.”Tambahnya * (GUNTA)








