PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Senin
tanggal 12 January 2026.Curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang
mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak dari hari Sabtu sampai senin pagi
memicu serangkaian bencana alam berupa longsor dan banjir di sejumlah kecamatan
diwilayah akabupaten Sukabumi. Dampaknya, beberapa ruas jalan provinsi dan
nasional terganggu, bahkan ada yang terpaksa ditutup total demi keselamatan
pengguna jalan.
Terpanatau Patroli Sukabumi kondisi yang mengalami keruskan
antara lain :
1.Di Kecamatan Nyalindung, Tembok Penahan Tanah (TPT) pada
ruas jalan provinsi Sukabumi–Sagaranten kembali ambrol. Peristiwa tersebut
terjadi di Kampung Langkob, Desa Nyalindung, pada Minggu (11/1/2026)
2. Di Kecamatan Simpenan,Longsor menutup total
ruas Jalan Nasional Bagbagan–Kiara Dua yang merupakan jalur vital penghubung
antarwilayah di selatan Sukabumi. Longsor di Ruas Jalan Nasional
Bagbagan - Kiaradua hingga kini, Senin pagi (12/1/2026) masih lumpuh total dan
belum dapat dilalui semua jenis kendaraan. Longsor dilokasi di Kampung
Cipamunguan dan Kampung Cimapag, Desa Loji. Material longsoran berupa tanah dan
bebatuan menutup badan jalan di dua titik dengan tinggi longsoran diperkirakan
mencapai 2 hingga 5 meter, panjang sekitar 25 meter, dan lebar kurang lebih 6
meter. Banjir
dilaporkan merendam tiga rumah warga di Kampung Mariuk, Desa Cidadap. Banjir
tersebut disebabkan oleh tersumbatnya gorong-gorong akibat material lumpur dan
sampah yang terbawa aliran air hujan.
3. Di Kecamatan Ciemas. Luapan Sungai Cikalong
menyebabkan genangan air yang merendam jalan raya serta area persawahan milik
warga di Kampung Cihuni, Desa Ciwaru, yang berbatasan langsung dengan Desa
Mekarakt i. Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas warga dan pengguna
jalan.
4. Kecamatan Tegalbuleud. Genangan air mulai
meningkat sejak Minggu (11/1/2026) pagi dan menggenangi sejumlah titik ruas
jalan nasional yang melintasi wilayah tersebut. Hujan dengan intensitas tinggi
dilaporkan masih berlangsung hingga Senin pagi.
5.Di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, menyebabkan
Sungai Cidolog dan Sungai Cibarengkok meluap hingga mengakibatkan banjir di
sejumlah wilayah pemukiman dan ruas jalan utama. Banjir merendam Kampung
Sinarjaya RT 09/03, Desa Mekarjaya, serta Kampung Cipamingkis RT 05/02, Desa
Cipamingkis, di Kampung Ciawi dan Kampung Sinarjaya Desa Mekarjaya, serta di
sekitar SDN Cipamingkis Desa Cipamingkis Minggu ( 11/01/2026).
6. Di Kecamatan Gunungguruh,longsor akibat curah
hujan tinggi yang mengguyur dalam beberapa hari. Di Kampung Neglasari RT 053 RW
010 dan menyebabkan sebagian badan jalan amblas, sehingga akses transportasi
warga terancam terputus.
7. Di Kecamatan Palabuhanratu, Tembok
Penahan Tanah (TPT) sebuah perumahan, hingga mengirimkan material lumpur ke
arah permukiman warga Kampung Kuta Mekar, Kelurahan Palabuhanratu, pada Minggu
(11/1/2026) jebol.
Sementar itu Manager Pusat Pengendalian Operasi Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengungkapkan
“ Sejak malam kejadian kami sudah
melaporkan langsung kepada Bupati dan instansi terkait untuk percepatan
penanganan,Bahwsanya musibah yang terjadi diwilayah Kab Sukaumi di
masing-masing kecamatan.Masih terus dilakukan pemantauan intensif di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan
mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi, khususnya di wilayah selatan
Kabupaten Sukabumi.Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,
terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama. Jika melihat tanda-tanda air
mulai meluap atau kondisi membahayakan, segera laporkan kepada petugas agar
bisa ditangani lebih cepat.”Ungkapnya kepada para awak media.
Lebih lanjut Daeng Sutisna menambahkan “ Para Petugas
Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Lagi berada dilokasi masing masing melakukan penanggulangan bencana Banjir dan
longsor . Banjir dan longsor terjadi hampir merata di beberapa desa akibat
tingginya curah hujan.Beberapa ruas jalan nasional,Provinsi,Kabupaten di
wilayah Kab Sukabumi mulai terendam banjir. Kondisi saat ini hujan masih cukup
tinggi dan genangan air masih berada di sekitar badan jalan. Wilayah yang
terdampak cukup signifikan . Air menggenangi badan jalan dan berpotensi
mengganggu mobilitas masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di
jalur tersebut.Banjir hampir merata, Sampai saat ini belum ada laporan rumah
warga yang terendam dan tidak ada korban jiwa.Banjir yang terjadi umumnya
disebabkan oleh curah hujan tinggi yang dibarengi dengan sistem drainase jalan
yang tidak berfungsi optimal.”Tambahnya.* (GUNTA )








