PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Minggu
tanggal 11 January 2026. Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan
Kabupaten Sukabumi sejak Sabtu hari 10 January 2026 brdampak menyebabkan
terjadinya banjir di Kecamatan dan longsor disejumlah wilayah. Wilayah
yang terdampak cukup luas, di antaranya Kecamatan Tegalbuleud serta beberapa
titik di wilayah Sukabumi bagian tengah dan selatan. Dampaknya, sejumlah ruas
jalan nasional yang melintasi wilayah tersebut dilaporkan tergenang air pada
Minggu , Longsor
terjadi Jalan Kabupaten di Desa Gunung Guruh Kecamatan Gunung Guruh dilokasi
Kampung Neglasari Rt 053/Rw 10, Proyek Tembok
Penahan Tanah (TPT) bertajuk ‘Jabar Istimewa’ di ruas jalan provinsi
Sukabumi–Sagaranten, tepatnya di Kampung Langkob, Desa Nyalindung, Kecamatan
Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, kembali ambrol pada Minggu (11/1/2026).
Akibat curah hujan tinggi tersebut, sejumlah ruas jalan
nasional dilaporkan tergenang air pada Minggu pagi. Selain itu, longsor juga
terjadi di Jalan Kabupaten yang berlokasi di Kampung Neglasari, RT 053/RW 10,
Desa Gunung Guruh, Kecamatan Gunung Guruh. Tidak hanya itu, proyek Tembok
Penahan Tanah (TPT) bertajuk “Jabar Istimewa” yang berada di ruas jalan
Provinsi Sukabumi–Sagaranten, tepatnya di Kampung Langkob, Desa Nyalindung,
Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, kembali mengalami ambrol.Dampak dari
banjir dan longsor tersebut menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Kendaraan
roda dua maupun roda empat terpaksa melintas secara bergantian dengan tingkat
risiko yang cukup tinggi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama
apabila hujan kembali turun dan memicu banjir atau longsor susulan yang dapat
memperparah keadaan di lokasi terdampak.
Akibat musibah longsor dan tergenang air ini.Kendaraan roda
dua maupun kendaraan roda empat terpaksa melintas secara bergantian dengan
tingkat resiko yang cukup tinggi. Kondisi di lapangan menimbulkan kekuatiran
warga masyarakat terutama jika hujan kembali turun dan memicu banjir susulan
atau longsor susulan yang dapat memperparah kondisi di lokasi.Terpantau sejak
pagi hari, seiring curah hujan yang masih cukup tinggi. Meski belum memasuki
permukiman warga, kondisi ini berpotensi menghambat arus lalu lintas dan
aktivitas masyarakat.
Sementara itu Noris Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) , menyampaikan bahwa banjir dan longsor yang terjadi di beberapa titik akibat hujan yang turun terus-menerus dalam durasi panjang.Genangan air dan longsor yang terjadi hampir merata di wilayah Kab Sukabumi, khususnya di ruas jalan Provinsi, Kabupaten. Hingga saat ini air masih berada di badan jalan .Wilayah yang terdampak cukup parah berada di Desa Buniasih dan Desa Rambay. Di dua desa tersebut, air menggenangi badan jalan dengan ketinggian bervariasi, sehingga pengendara diminta lebih berhati-hati saat melintas.Untuk sementara belum ada laporan rumah warga terdampak maupun korban jiwa. Namun, kami tetap siaga karena hujan masih berpotensi turun kembali. “Ungkapnya kepada para awak media.
Lebih lanjut Noris Menambahkan “ Longsor dan banjir yang
terjadi disebabkan oleh tingginya intensitas hujan serta kondisi tanah yang
labil di jalan yang tidak berfungsi optimal, sehingga air meluap ke badan
jalan.Secara umum situasi masih terkendali. Namun ini perlu diwaspadai. Masyarakat
diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan dan tanah longsor,
terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan genangan dan sekitar bantaran
sungai. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas jika terjadi
kondisi darurat atau peningkatan debit air yang membahayakan. “Tambahnya. *(GUNTA)










