PATROLI SUKABUMI.CO.ID--Hari Selasa, 27 Januari 2026 — Pantai Karang Hawu terbentang di sepanjang jalur Palabuhanratu–Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Di siang hari, pantai ini tampak seperti destinasi wisata pada umumnya.Deburan ombak keras, angin laut yang lembap, serta batu-batu karang yang menantang arus Samudera Hindia. Namun ketika sore merayap dan matahari mulai tenggelam, suasana Karang Hawu perlahan berubah.Nama Karang Hawu berasal dari formasi karang besar yang berlubang menyerupai tungku (hawu). Lubang-lubang itu menganga gelap, seolah menjadi celah antara dunia yang terlihat dan yang tidak. Warga sekitar meyakini, dari situlah aura lain Karang Hawu berasal.Pantai ini sejak lama dikenal sebagai salah satu titik yang diyakini berada dalam wilayah kekuasaan Nyi Ratu Kidul, penguasa Laut Selatan. Kepercayaan itu bukan hanya cerita lisan, tetapi diwariskan lewat pantangan, ritual, dan kisah-kisah yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Salah satu lokasi yang paling diselimuti nuansa sunyi adalah Karang Kursi—sebuah batu besar menyerupai singgasana yang menghadap langsung ke laut lepas. Konon, di tempat inilah Ir. Soekarno pernah bersemedi. Dalam kesunyian itu, dipercaya terjadi pertemuan spiritual dengan Nyi Ratu Kidul. Tak sedikit pengunjung mengaku merasakan hawa berbeda ketika berdiri terlalu lama di Karang Kursi, seolah sedang diawasi oleh sesuatu yang tak terlihat.Tak jauh dari sana, terdapat Sumur Tujuh, tujuh kolam alami yang berada di sela-sela karang dekat pantai. Airnya tenang, nyaris tak bergelombang meski ombak besar menghantam di sekitarnya. Masyarakat meyakini kolam-kolam tersebut sebagai tempat mandi suci Nyi Ratu Kidul. Beberapa pengunjung mengaku mendengar percikan air atau langkah kaki di sekitar kolam, meski tak ada siapa pun di sana.
Di sudut lain kawasan pantai, berdiri Makam Keramat Karang
Hawu. Area ini jarang ramai dan cenderung sunyi, terutama menjelang malam.
Makam tersebut dipercaya sebagai salah satu patilasan Nyi Ratu Kidul. Peziarah
yang datang biasanya berbicara pelan, bahkan ada yang memilih berdiam lama
tanpa sepatah kata, seolah takut mengusik sesuatu.Tak sedikit wisatawan yang
mengaku merasakan kejadian ganjil di Pantai Karang Hawu—mulai dari perasaan
berat tanpa sebab, kehilangan arah secara tiba-tiba, hingga mimpi-mimpi aneh
setelah berkunjung. Meski tak pernah tercatat secara resmi, kisah-kisah itu
terus beredar, memperkuat citra Karang Hawu sebagai pantai yang tak sepenuhnya
“Kosong”.Di Karang Hawu, keindahan dan ketakutan berjalan berdampingan. Ombak
terus menghantam karang tanpa henti, seakan menyimpan rahasia yang tak pernah
benar-benar terungkap. Bagi sebagian orang, Pantai Karang Hawu pun terus
menjadi saksi bisu perpaduan antara deburan ombak laut selatan dan kisah-kisah
tak kasat mata yang dipercaya masih hidup hingga hari ini.Pantai ini adalah
tempat wisata namun bagi yang percaya, Karang Hawu adalah ruang sunyi tempat di
mana manusia hanya menjadi tamu.*(GUNTA)

.jpg)








