PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Selasa
tanggal 27 January 2026.Bupati Sukabumi Drs.H.Asep Japar.MM meresmikan dua
fasilitas pelayanan publik di Kecamatan Kalibunder, Dua fasilitas tersebut
yakni Unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) UPTD Puskesmas Kalibunder serta
Jembatan Gantung Leuwi Reuming yang berada di Desa Sukaluyu. (Senin 26/1/2026).Jembatan
gantung tersebut dibangun dengan panjang sekitar 70 meter dan rampung
dikerjakan selama 120 hari menggunakan anggaran APBD Kabupaten Sukabumi.
Keberadaan jembatan ini menjadi akses penghubung sekaligus jalur alternatif
bagi masyarakat setempat.
Dalam kesempatany Bupati Asep Japar mengungkapkan “ Saya
mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang
telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama. Saya
mengajak seluruh masyarakat dan pengguna jalan untuk bersama-sama merawat dan
memelihara fasilitas ini. Semoga bisa digunakan dalam waktu yang lama dan
memberikan manfaat sebesar-besarnya.Kehadiran jembatan tersebut memberikan
dampak signifikan terhadap mobilitas warga. Jika sebelumnya warga harus
menempuh jarak hingga puluhan kilometer untuk mencapai Desa Sirnamekar, kini
perjalanan dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar lima menit.Selamat
menikmati akses baru ini kepada masyarakat dan seluruh pengguna jalan.
Mudah-mudahan jembatan ini benar-benar bermanfaat bagi peningkatan perekonomian
warga.”Ungkapnya.
Sementara itu, Camat Kalibunder, Sri Resmiati, menyampaikan “Bahwa Jembatan Gantung Leuwi Reuming sebelumnya dibangun pada tahun 2020 melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Namun, jembatan tersebut putus akibat banjir bandang yang terjadi pada Desember 2024.Forkopimcam bersama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Asep Japar beserta jajaran yang telah membangun kembali jembatan ini pasca bencana. Saya mengakui, keberadaan jembatan penghubung tersebut mampu menghemat waktu tempuh warga sekaligus meningkatkan akses perekonomian, pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat di wilayah Kalibunder.”Pungkasnya.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat setempat, Latif
Soleh menjelaskan “ Saya mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sukabumi
yang telah mengembalikan akses penghubung antarwilayah tersebut.Terima kasih
kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang telah membantu kami. Sebelumnya, dari
Desa Sirnamekar ke Desa Sukaluyu harus menempuh jarak sekitar 20 kilometer.
Sekarang cukup lima menit.Kembalinya akses jembatan tersebut berdampak langsung
pada peningkatan kesejahteraan petani. Harga hasil pertanian yang sebelumnya
turun akibat sulitnya akses distribusi, kini kembali membaik.Alhamdulillah,
setelah jembatan ini dibangun kembali, para petani bisa menjual hasil pertanian
dengan harga yang lebih pantas.”Jelasnya *(GUNTA).









