PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Kamis
tanggal 20 Agustus 2026. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi,
Deden Sumpena. S.PdI.Kp.M.SI menghadiri kegiatan saresehan dan silaturahmi
dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 yang digelar Kwartir Ranting
(Kwarran) Cidahu di kawasan wisata alam Batu Tapak, Taman Nasional Gunung
Halimun Salak (TNGHS), Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu.(Rabu 19/8/2026).Kegiatan
tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran Gerakan Pramuka,
khususnya dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perubahan zaman yang
semakin cepat.
Dalam kesempatan Kadisdik Deden Sumpena mengungkapkan “ Bahwa
pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik dan penguasaan
ilmu pengetahuan.Generasi muda juga harus dibekali karakter, keterampilan
sosial, kepemimpinan, kemandirian serta kemampuan beradaptasi.Pendidikan
karakter sebenarnya sudah menjadi bagian dari kita. Tantangan pendidikan ke
depan bukan hanya bagaimana anak-anak memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga
bagaimana mereka memiliki karakter dan keterampilan untuk menghadapi kehidupan.Saya
menilai tantangan yang akan dihadapi generasi muda dalam lima hingga sepuluh
tahun mendatang akan semakin berat. Perkembangan teknologi dan perubahan dunia
kerja menuntut peserta didik memiliki kemampuan yang lebih kompleks.Kalau hanya
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi kemampuan lainnya tidak ada,
tentu akan menjadi persoalan. Karena itu, keterampilan dan karakter harus
berjalan bersama.”Ungkapnya
Lebih lanjut Kadisdik Deden Sumpena menegaskan “ Bahwa Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membangun kemampuan tersebut. Berbagai kegiatan kepramukaan yang selama ini terlihat sederhana, seperti berkemah, kegiatan tali-temali, tepuk tangan, kegiatan kelompok hingga latihan kepemimpinan, sejatinya memiliki nilai pendidikan yang kuat. Saya mencontohkan kemampuan bekerja sama dan bersosialisasi yang dibangun melalui kegiatan kelompok. Anak-anak juga dilatih untuk mampu memimpin sekaligus memahami bagaimana menjadi anggota yang baik ketika dipimpin orang lain.Seorang pemimpin bukan hanya harus pandai memimpin, tetapi juga harus pandai dipimpin. Di Pramuka, anak-anak belajar bagaimana bekerja sama, mengambil keputusan, bertanggung jawab dan menghargai orang lain.Saya juga menyoroti pentingnya keterampilan praktis yang saat ini mulai tergerus oleh ketergantungan terhadap teknologi digital.Generasi muda tidak boleh sepenuhnya bergantung kepada telepon genggam dan internet. Mereka tetap perlu memiliki keterampilan dasar yang dapat digunakan ketika menghadapi kondisi darurat.”Tegasnya.
Pada Suatu saat terjadi bencana atau kondisi tertentu,
apakah anak-anak kita bisa bertahan tanpa gadget…? Mereka harus bisa memiliki
keterampilan dasar, termasuk memasak secara sederhana, menggunakan alat
komunikasi dan kemampuan lainnya.Saya menekankan bahwa pendidikan karakter
dalam Gerakan Pramuka juga tidak dapat dilepaskan dari nilai spiritual. Ia
mengingatkan bahwa Dasa Darma Pramuka mengandung nilai-nilai yang relevan untuk
membentuk pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian
terhadap sesama.Yang paling penting adalah karakter.Selain memiliki ilmu
pengetahuan, anak-anak harus memiliki nilai-nilai kehidupan, kemampuan sosial
dan spiritual.
Saya berharap momentum HUT Pramuka ke-65 tidak berhenti
pada kegiatan seremonial semata. Gerakan Pramuka harus terus diperkuat sebagai
bagian dari proses pendidikan dan pembentukan sumber daya manusia Kabupaten
Sukabumi.Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah dan Gerakan
Pramuka perlu terus dibangun agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna
teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir, bekerja, memimpin,
bersosialisasi serta bertahan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.Pramuka
jangan hanya dilihat dari kegiatan kemah atau tepuk tangan. Di balik semua itu
ada proses pendidikan. Ada pembentukan karakter, kemampuan sosial,
kepemimpinan, kemandirian dan keterampilan hidup.”Pungkas Deden.
Kegiatan saresehan dan silaturahmi tersebut pun menjadi
ruang refleksi bahwa menghadapi masa depan, pendidikan generasi muda
membutuhkan lebih dari sekadar nilai akademik. Karakter, keterampilan dan
kemampuan beradaptasi menjadi modal penting agar generasi muda Sukabumi mampu
menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.*(GUNTA)


.jpeg)







