PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Sabtu
tanggal 25 Juli 2026. Musibah kebakaran melanda Kasepuhan Adat
Ciptamulya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kobaran api dengan cepat menjalar ke
permukiman warga hingga menghanguskan puluhan bangunan di kawasan adat
tersebut.Hingga sekitar pukul 14.44 WIB, situasi di lokasi masih berlangsung
mencekam. Warga berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya, sementara
sebagian lainnya berlarian menyelamatkan diri dan mencari anggota keluarga yang
terpisah di tengah kepulan asap tebal.
Sementara itu Berdasarkan Informasi dan investigasi awak
media yang dihimpun BPBD Kabupaten Sukabumi merilis laporan sementara dari
kebakaran kampung adat Ciptamulya khususnya di RT 05 dan RT 07 RW 02, Desa
Sirnaresmi Kecamatan Cisolok. Api mulai diketahui sekitar pukul 14.00 WIB,
dengan cepat melumat pemukiman adat.Rumah terbakar 70 unit, 70 kepala keluarga
atau 420 jiwa terdampak.. Tidak ada korban meninggal dunia ataupun luka.
Kepala Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD
Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan kepada awak media menyebutkan “ Bahwa sedikitnya sekitar ± 70 rumah diduga
terdampak kebakaran. Namun, jumlah pasti bangunan yang terbakar masih dalam
proses pendataan karena api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Data
sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sukabumi
mencatat, sekitar 70 bangunan terdampak kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan
Ciptamulya, Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok. Saat ini petugas
gabungan dan warga masih memantau kawasan tersebut. Lokasi ditutup sementara
karena masih terlihat api dan asap mengepul dari sejumlah titik. Untuk
sementara warga terdampak diungsikan ke rumah warga adat lainnya yang selamat
dari musibah kebakaran ini. BPBD Kabupaten Sukabumi dan instansi terkait
menyiapkan tempat pengungsian sementara, untuk warga terdampak.”Ungkapnya.
Api pertama kali muncul dari fasilitas MCK umum yang berada
di pinggir permukiman dekat Rumah Gede (Imah Gede). Dugaan kuat pemicunya
adalah korsleting listrik yang memercikkan api di bagian atap bangunan.Bahan
bangunan rumah adat yang mayoritas beratap ijuk dan terbuat dari kayu membuat
kobaran api membakar permukiman tradisional tersebut dengan sangat cepat.
Kuswan mengatakan hembusan angin kencang serta jarak antar-rumah yang saling
berdempetan membuat api meratakan puluhan hunian hanya dalam hitungan jam.Karena
bangunannya dekat Kasepuhan ini kebanyakan beratap ijuk, maka api dengan sangat
cepat menyebar karena bantuan angin juga. Apalagi posisi rumah di sini
berdempetan.”Tambah Kuswan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih
belum diketahui. Petugas bersama masyarakat masih berupaya mengendalikan
kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lainnya.Belum ada laporan resmi
terkait korban jiwa maupun nilai kerugian akibat kebakaran tersebut. Sementara
itu, proses pendataan terhadap jumlah rumah yang terbakar dan warga terdampak
masih terus dilakukan oleh pihak terkait. “(GUNTA)
.










