PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Rabu
tang ,3 Juni 2026.Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Institut
Pertanian Bogor membahas rencana kerja sama program beasiswa S 2 bagi wartawan
dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang GSC 1, Gedung GSC, Kampus IPB
University Baranangsiang, Bogor ( Selasa 2 Juni 2026).Delegasi PWI Pusat
dipimpin langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, didampingi Sekretaris
Jenderal M. Selamet Susanto, Anggota Dewan Pakar Yulian Warman, Wakil
Sekretaris Jenderal Kadirah, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Sarwani, Wakil Ketua
Bidang Pendidikan Zarman Syah, Ketua Komisi Pendidikan dan Pelatihan Jufri Al
Katiri, Humas PWI Pusat Mercys Charles Loho serta Ketua PWI Kota Bogor Herman
Indrabudi
Rombongan PWI diterima Dekan Sekolah Pascasarjana IPB Prof.
Dr. Ir. Yusli Wardiatno, M.Sc.yang didampingi oleh Dr. Perdinan, Wakil Dekan
Bidang Sumber Daya, Kerja Sama dan Pengembangan, Fatmasari Siregar, S.P.,
M.M.Kepala Sub Bagian Humas, Kerja Sama, dan Penerimaan Mahasiswa Baru, Rudi
Irawan, Kepala Bagian Tata Usaha, serta Nana Yuana, Kepala Sub Bagian Keuangan,
Sumber Daya Manusia dan Umum.Dalam pertemuan, kedua pihak mendiskusikan peluang
kerja sama untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualitas SDM wartawan
melalui akses pendidikan pascasarjana di IPB.
Dalam kesemptanya Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengungkapkan
“ Saya menyambut baik inisiatif bersama IPB. Menurutnya program beasiswa harus
dirancang matang lewat pembahasan teknis komprehensif agar efektif dan menjawab
kebutuhan insan pers.Kerja sama ini sangat baik untuk mengembangkan keilmuan
dan kapasitas wartawan. Namun perlu ada rapat teknis lanjutan yang lebih
mendalam agar seluruh mekanisme dapat disusun dengan baik dan menghindari
berbagai kendala yang tidak diinginkan di kemudian hari.Tantangan utama
wartawan untuk kuliah adalah tingginya aktivitas profesi serta keterbatasan
finansial saat ini. Karena itu skema beasiswa perlu fleksibel dan realistis.Ke
depan perlu dibahas berbagai alternatif pembiayaan, termasuk kemungkinan
sinergi dengan program LPDP, skema pembiayaan parsial, bantuan pembayaran Uang
Kuliah Tunggal UKT, maupun bentuk dukungan pendidikan lainnya yang memungkinkan
wartawan tetap dapat menempuh pendidikan tanpa mengganggu tugas jurnalistiknya.”Ungkapnya.
Lebih jauh Akhmad Munir menambahkan” Yang terpenting
adalah membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi wartawan. Bentuk
dukungannya bisa beragam, tidak harus menanggung seluruh biaya pendidikan,
tetapi dapat berupa bantuan parsial maupun dukungan UKT yang disesuaikan dengan
kebutuhan dan kemampuan program.PWI akan mengemas program ini sebagai bagian
dari pengembangan kompetensi anggota serta manfaat kemitraan strategis
organisasi.”Tambahnya.
Sementara itu Dekan Sekolah Pascasarjana IPB Prof. Yusli
Wardiatno menyampaikan “ IPB berkomitmen mendukung peningkatan kualitas SDM
nasional, termasuk insan pers yang berperan strategis dalam pembangunan dan
penyebaran informasi.Rencana kerja sama dengan PWI adalah langkah positif untuk
memperluas akses pendidikan tinggi bagi wartawan serta memperkuat kapasitas
akademik dan profesionalisme mereka,” Ujarnya.
Terpantau awak media Dalam pertemuan tersebut, pihak
Sekolah Pascasarjana IPB juga memaparkan sejumlah program studi magister yang
berpotensi menjadi pilihan bagi wartawan peserta program beasiswa. Sedikitnya
terdapat 10 program studi unggulan yang ditawarkan, yakni Komunikasi
Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Komunikasi Digital dan Media, Ilmu
Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Pengembangan Industri Kecil
Menengah, Logistik Agro-Maritim, Klimatologi Terapan, Manajemen Pembangunan
Daerah, Ilmu Manajemen, Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, serta Manajemen dan
Bisnis.
Menurut pihak IPB, beragam program studi tersebut dapat
menjadi alternatif bagi wartawan untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidang
tugas dan minat masing-masing, mulai dari komunikasi, manajemen, ekonomi,
lingkungan hidup, pembangunan daerah hingga bisnis. Melalui program beasiswa
yang tengah disiapkan bersama PWI, para wartawan diharapkan memiliki kesempatan
lebih luas untuk memperoleh pendidikan pascasarjana yang relevan dengan
tantangan profesi di era digital.IPB dan PWI sepakat menindaklanjuti hasil
pertemuan lewat pembahasan teknis lebih rinci untuk menyusun MOU model kerja
sama, skema pembiayaan, kriteria peserta, serta bentuk dukungan pendidikan yang
dapat diimplementasikan berkelanjutan.Pertemuan berlangsung hangat,
konstruktif, dan penuh semangat kolaborasi untuk menghadirkan program
pendidikan bermanfaat bagi peningkatan kualitas wartawan Indonesia.*(GUNTA)








