terkini

Kolaborasi Hijau PT.Amerta Indah Otsuka Dengan TNGHS Adalah Kerja Sama Investasi Jangka Panjang Selamatkan Ekosistem

Patroli Sukabumi
, Jumat, Juni 19, 2026 WIB Last Updated 2026-06-20T06:34:47Z



PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Sabtu tanggal, 20 Juni 2026, bertempat pabrik Pocari Sweat Cicurug, komitmen sektor swasta dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali ditegaskan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Amerta Indah Otsuka dan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).Kerja sama ini difokuskan pada penguatan fungsi kawasan konservasi melalui program pemulihan ekosistem, perlindungan satwa langka, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

 

Dalam kesempatanya tersebut, Board of Director PT Amerta Indah Otsuka, Sudarmadi Widodo, menegaskan “ Bahwa keterlibatan perusahaan bukan sekadar bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan merupakan bagian dari filosofi bisnis yang menempatkan kesehatan lingkungan sebagai fondasi utama bagi kesehatan masyarakat.Kontribusi terhadap kesehatan masyarakat harus dimulai dari kesehatan lingkungan. Karena itu, kami memandang pelestarian kawasan konservasi sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan kehidupan. Bahwa hubungan PT Amerta Indah Otsuka dengan TNGHS telah terjalin sejak lama. Pada periode 2012 hingga 2019, perusahaan telah menjalankan berbagai program konservasi melalui Program Satu Hati, termasuk adopsi lebih dari 28 ribu pohon di kawasan TNGHS dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai lebih dari 95 persen.”Tegasnya

 

Lebih lanjut Sudarmadi Widodo menmbahkan “ Capaian tersebut menjadi landasan untuk melangkah lebih jauh. Dalam kerja sama terbaru ini, PT Amerta Indah Otsuka mengalokasikan dana sebesar Rp371 juta untuk periode 2026–2029 guna mendukung pemulihan kawasan konservasi seluas 4,9 hektare di Blok Cisaat.Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon endemik seperti puspa dan rasamala, tetapi juga mencakup perlindungan keanekaragaman hayati yang menjadi ciri khas kawasan TNGHS.Salah satu fokus utama adalah menjaga keberlangsungan habitat satwa kunci seperti Macan Tutul Jawa dan Elang Jawa, yang status konservasinya menjadi perhatian serius pemerintah dan pegiat lingkungan.Selain itu, penguatan pengawasan kawasan akan dilakukan melalui patroli rutin guna mencegah berbagai ancaman terhadap hutan, seperti perambahan, perburuan liar, hingga potensi bencana ekologis yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.”Tambahnya.

 



Sementara itu, Kepala Balai TNGHS, Didid Sulastiyo, S.Hut.M.Si.mengungkapkan “Saya menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menjaga keberlanjutan kawasan konservasi.Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat pengelolaan kawasan konservasi. TNGHS memiliki peran strategis sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati di Pulau Jawa, sehingga upaya pemulihan ekosistem dan perlindungan satwa kunci harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.Bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program konservasi.Kami menekankan bahwa konservasi tidak bisa berjalan sendiri. Keterlibatan masyarakat sekitar kawasan, dukungan dunia usaha, serta penguatan fungsi pengawasan menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian hutan. Dengan kolaborasi seperti ini, kami optimistis upaya pelestarian dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat ekologis maupun sosial secara berkelanjutan.”Ungkap Didid.

 

Lebih lanjut Didid menegaskan “ Bahwa kerja sama antara PT Amerta Indah Otsuka dan TNGHS ini menjadi contoh konkret bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat mampu menghadirkan langkah nyata dalam menjaga kawasan konservasi.Di tengah berbagai ancaman kerusakan lingkungan, komitmen jangka panjang seperti ini menjadi pengingat bahwa pelestarian alam tidak cukup dengan slogan, tetapi harus diwujudkan melalui pendanaan, pengawasan, serta aksi nyata yang berkelanjutan. Namun demikian, konservasi tidak hanya berbicara soal pohon dan satwa. PT Amerta Indah Otsuka menilai bahwa keberhasilan pelestarian kawasan hutan sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat sekitar.Karena itu, program ini juga diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan dengan melibatkan kelompok masyarakat serta mitra konservasi setempat.Pelestarian hutan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hutan yang sehat tidak akan terwujud tanpa keterlibatan masyarakat di sekitarnya.”Tegasnya

 

Terpantau awak media.Secara teknis, pada tahap awal program akan dilakukan penanaman sekitar 3.500 pohon di kawasan TNGHS. Seluruh terdiri dari pohon puspa,saninten,dan rasamala. Pohon ini dipantau secara berkala melalui sistem adopsi pohon yang telah menjadi model konservasi perusahaan.Monitoring dilakukan secara kolaboratif bersama Kelompok GAMELAN ,komunitas lingkungan, akademisi, dan pihak TNGHS untuk memastikan tingkat keberhasilan tumbuh tetap tinggi, sebagaimana capaian sebelumnya yang mencapai lebih dari 95 persen.Seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan.Menanam satu pohon hari ini berarti meninggalkan warisan kehidupan bagi generasi mendatang. Lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau dunia usaha.*(GUNTA)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kolaborasi Hijau PT.Amerta Indah Otsuka Dengan TNGHS Adalah Kerja Sama Investasi Jangka Panjang Selamatkan Ekosistem

Terkini