terkini

Sesepuh Golkar Kab Sukabumi Tegaskan Jangan Akali Musda ! Aklamasi Harus Bermartabat Dan Transparan

Patroli Sukabumi
, Kamis, Agustus 06, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T04:21:05Z




PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Jum,at tanggal 7 Agustus 2026. Dinamika internal DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi menjelang penentuan kepemimpinan baru terus menyedot perhatian. Skema aklamasi yang kerap dijadikan jalan kompromi politik ditegaskan tidak boleh mengangkangi etika organisasi serta menutup ruang gagasan kader-kader potensial.Penegasan tersebut mencuat di tengah menghangatnya wacana penetapan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi. Aklamasi sebagai bentuk musyawarah mufakat memang diakui sebagai tradisi politik yang lazim, namun harus ditempuh melalui proses yang transparan, demokratis, serta memenuhi kriteria ideal kepemimpinan.

 

Dalam keterangannya, Aktivis Pergerakan Cicurug yang juga sesepuh Partai Golkar, JA Soebagiyo, mengatakan “Bahwa Musyawarah Daerah (Musda) harus membuka ruang seluas-luasnya bagi kader kompeten.Musda Partai Golkar harus membuka ruang bagi kader yang kompeten. Mekanisme musyawarah jangan dijadikan alat untuk menutup pintu bagi figur-figur yang memiliki kapasitas. Seluruh kader potensial yang memenuhi syarat administrasi dan kriteria ideologis wajib diberikan panggung yang setara untuk menyampaikan visi, misi, serta gagasan strategis dalam membesarkan partai ke depan.Langkah yang paling mendasar adalah membuka pendaftaran resmi bakal calon ketua sebelum berbicara soal kesepakatan.Tidak ada yang salah dengan aklamasi selama mekanismenya sah dan terhormat. Namun harus ada etika, prosedur, dan kriteria yang jelas. Buka dulu pendaftaran resmi. Berikan kesempatan kepada kader-kader kompeten untuk menyampaikan gagasan serta ide politik mereka.”Ujarnya.

 

Lebih lanjut, JA Soebagiyo menegaskan “Saya menekankan bahwa pemikiran para kader sangat krusial untuk menguji kesiapan calon pemimpin, terutama dalam menghadapi tantangan politik daerah, pembinaan konstituen, hingga pemenangan pemilu mendatang.Proses penetapan kepemimpinan wajib berjalan sesuai regulasi internal partai. Tahapan pendaftaran bakal calon harus menjadi pintu masuk utama sebelum munculnya kesepakatan atau kompromi politik.Musyawarah untuk mencapai mufakat harus digelar dalam forum resmi organisasi, setelah tahapan pendaftaran dibuka secara transparan kepada seluruh pemegang hak suara. Jangan sampai kesepakatan justru mendahului tahapan resmi. Buka dulu pendaftarannya, biarkan para kandidat menyampaikan gagasannya, baru kemudian dicari titik temu. Dengan begitu, aklamasi yang dihasilkan memiliki legitimasi moral dan politik yang kuat.”Tegasnya

 

Saya juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah Partai Golkar dengan menjunjung tinggi etika dan kriteria kepemimpinan. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga iklim demokrasi internal partai tetap sehat dan kondusif.Langkah tersebut sekaligus menjadi pendidikan politik bagi kader dan masyarakat bahwa konsolidasi partai harus dibangun di atas pertarungan gagasan, bukan sekadar manuver pragmatis. Dengan terbukanya ruang penyampaian ide secara fair dalam forum resmi, siapa pun yang terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi—baik melalui pemungutan suara maupun aklamasi—akan memiliki legitimasi kuat dan dukungan solid untuk membawa partai melangkah lebih maju.”Pungaksnya. *(PAJAR RAHAYU 
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sesepuh Golkar Kab Sukabumi Tegaskan Jangan Akali Musda ! Aklamasi Harus Bermartabat Dan Transparan

Terkini