PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Selasa
tanggal 26 Mei 2026. Banjir yang kembali merendam kawasan Puskesmas
Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya memicu langkah tegas
pemerintah daerah. Jembatan yang melintasi Sungai Ciranca menuju fasilitas
kesehatan tersebut resmi dibongkar. sebagai bagian dari upaya penanganan banjir
berulang di pusat ibu kota Kabupaten Sukabumi.Pembongkaran dilakukan atas
instruksi langsung Bupati Sukabumi, Asep Japar, setelah meninjau kondisi
Puskesmas Palabuhanratu yang lumpuh akibat terendam banjir.
Langkah cepat itu menjadi sorotan karena kawasan tersebut
selama bertahun-tahun dikenal sebagai titik rawan banjir setiap hujan deras
mengguyur wilayah Palabuhanratu dan sekitarnyPemerintah Kabupaten Sukabumi,
Jawa Barat, bergerak cepat menangani banjir yang kembali merendam kawasan
Puskesmas Palabuhanratu. Jembatan di atas Sungai Ciranca yang selama ini diduga
menghambat aliran air resmi dibongkar dan akan segera dibangun ulang dengan
desain lebih tinggi.Langkah tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut
pelayanan kesehatan masyarakat di pusat ibu kota Kabupaten Sukabumi yang sempat
lumpuh akibat banjir. (Senin - 25/5/26).
Dalam kesempatanya Bupati Sukabumi Drs.H.Asep Japar.MM
menegaskan “Bahwa pembangunan jembatan pengganti harus dipercepat agar akses
menuju Puskesmas Palabuhanratu kembali normal dan pelayanan masyarakat tidak
terganggu.Jembatan sudah dibongkar. Ini harus disegerakan dibangun karena
menyangkut pelayanan Puskesmas terhadap masyarakat. Jembatan akan segera
dibangun dan dibuat lebih tinggi dari sebelumnya. Desain
jembatan baru akan disiapkan langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten
Sukabumi. Pemerintah daerah menargetkan pengerjaan dapat segera dimulai setelah
gambar teknis selesai disusun. Gambarnya akan dibuat oleh Dinas Pekerjaan
Umum Kabupaten Sukabumi besok. Begitu semua siap, pengerjaan langsung dilakukan.”Ungkap
Bupati Asjap saat meninjau pembongkaran jembatan,
Sementara itu di tempat sama Plt Camat Palabuhanratu,
Sutopo, mengatakan “Bahwa struktur jembatan lama dinilai terlalu rendah
sehingga mempersempit ruang aliran sungai saat debit air meningkat drastis.Pembongkaran
dilakukan atas arahan langsung Pak Bupati. Jembatan lama memang dinilai menjadi
salah satu penyebab aliran Sungai Ciranca tersendat ketika hujan deras.Jembatan
baru nantinya dirancang lebih tinggi agar kapasitas aliran air meningkat dan
risiko banjir dapat ditekan, terutama di kawasan pelayanan publik yang berada
di bantaran sungai.Percepatan pembangunan menjadi penting karena akses menuju
fasilitas kesehatan tidak boleh terganggu terlalu lama. Selain
berdampak pada pelayanan medis, banjir juga menghambat aktivitas warga di
sekitar pusat pemerintahan Palabuhanratu.”Pungkasnya.*(GUNTA)
.












