terkini

Retakan Golkar Kab Sukabumi - Aklamasi atau Akal Bulus Terbuka ! ‘Kawan’ Hanya Formalitas, ‘Lawan’ Jadi Realitas

Patroli Sukabumi
, Kamis, Juli 23, 2026 WIB Last Updated 2026-07-23T22:05:46Z




PATROLI SUKABUMI.CO.ID -- Hari Jum,at tanggal 24 Juli 2026. Dinamika internal DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi menjelang penentuan kepemimpinan baru terus menyedot perhatian kader dan pengamat politik daerah. Mekanisme aklamasi yang kerap menjadi pilihan kompromi politik dinilai sah secara aturan, namun pelaksanaannya ditegaskan tidak boleh mengangkangi etika organisasi serta ruang gagasan para kader potensial.

Permasalahan krusial ini mengemuka di tengah hangatnya wacana penetapan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi mendatang. Aklamasi sebagai bentuk musyawarah mufakat diakui merupakan tradisi politik yang lazim, tetapi harus dilalui melalui proses yang transparan, demokratis, dan memenuhi kriteria ideal kepemimpinan.




Berdasarkan pantauan Patroli Sukabumi dan Grup Media SMSI Sukabumi Raya. Retakan di partai Golkar takbisa  lagi tertutup.Di partai politik, kata “KAWAN” itu sering cuma jeda napas—habis itu kembali jadi “LAWAN”. Namanya juga “DINAMIKA” hari ini rangkul, besok sikut. Itulah yg terjadi saat ini di Partai Golkar menjelang perhelatan siapa yg akan menjadi Ketua DPD Golkar kab sukabumi. Golkar Kab Sukabumi menanti seorang RAKSA WIWAHA ( pelindung / penjaga pembebasan dari kesulitan )

Dinamika di tubuh Golkar Kab Sukabumi masih menyisakan sejumlah persoalan yang belum sepenuhnya tuntas. Pergantian Plt kali ini disebut bukan hanya soal habis masa jabatan, melainkan juga bagian dari upaya meredam “Sumbatan” politik yang belum terurai.

 

Sementara itu Seorang sumber internal dari DPD Golkar Jawa Barat yang jati dirinya meminta tidak tulis mengatakan “ Sebaiknya Partai Golkar tidak memilih jalan pintas aklamasi. Biarkan mekanisme demokrasi berjalan. Karena Golkar adalah salah satu partai yang masih menjaga kewarasan berdemokrasi. Di internal partai Golkar secara formal pergantian ini memang bersifat administratif. Namun secara substansi, ada dinamika yang belum sepenuhnya selesai.Kalau dibilang murni karena masa jabatan habis, itu benar secara aturan. Tapi di internal, ini sinyal bahwa masih ada hal-hal yang belum clear di Golkar Sukabumi.”Ungkapnya.

 

Saya memantau adanya dugaan friksi /gesekan di tingkat elite maupun akar rumput. Nama-nama kader lokal seperti Asep Japar dan Budi Azhar Mutawali sebenarnya dinilai memiliki kapasitas. Namun dalam konteks saat ini, penunjukan figur eksternal justru dipilih sebagai opsi “Penengah”.Di Bawah Kendali Ketat publik kini menunggu, apakah tangan dingin mantan Wakil Bupati Cianjur ini mampu menyatukan kembali potongan-potongan yang sempat retak di tubuh Golkar Kab Sukabumi. Atau sebaliknya, dinamika yang selama ini tersimpan rapi justru akan semakin terbuka menjelang Musda.Yang jelas, di balik tampilan organisasi yang tetap terlihat solid dari luar, dinamika internal Golkar Kab Sukabumi tampaknya masih menyisakan pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya selesai.Sebagai wilayah dengan tensi politik yang cukup tinggi, Golkar Kab Sukabumi tampaknya tidak ingin mengambil risiko. Saya melihat kehadiran Plt dari luar daerah seolah menjadi strategi untuk meredam ego faksi yang dinilai masih tajam.Kalau kader lokal yang ditunjuk saat ini, dikhawatirkan gesekan justru makin kuat. Makanya figur seperti Kang Tubagus diturunkan. Tugasnya jelas merapikan ke dalam, menyatukan kembali, dan menyiapkan Musda.”Pungkasnya.* (GUNTA/SMSI )

 

 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Retakan Golkar Kab Sukabumi - Aklamasi atau Akal Bulus Terbuka ! ‘Kawan’ Hanya Formalitas, ‘Lawan’ Jadi Realitas

Terkini