PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Jum,at
tanggal 20 Maret 2026. Hasil rukyatul hilal awal Bulan Syawal 1447
Hijriah tahun 2026 di Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas, Kecamatan Simpenan,
Kabupaten Sukabumi, menunjukkan bahwa hilal tidak terlihat, Kamis (19/03/2026).Pemantauan
dilakukan di titik markaz koordinat -7° 4’ 26,2” LS dan 106° 31’ 52” BT, dengan
waktu rukyat dimulai pukul 18.06 WIB sesaat setelah matahari terbenam. Kegiatan
melibatkan unsur Kementerian Agama, para ulama, hingga berbagai tim rukyat dari
Sukabumi dan sekitarnya.
Dalam laporan resminya, Ketua Dewan Hisab Rukyat (DHR)
Kabupaten Sukabumi, Dede Sudanta,mengungkapkan “Bahwa kami bersama tim
menyampaikan hasil pengamatan tidak menunjukkan keberadaan hilal secara visual.Proses
rukyat serta dihadiri oleh unsur Kemenag, para kiai dari berbagai pondok
pesantren, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), hingga
tim falakiyah dari berbagai organisasi keagamaan seperti NU dan PUI.Hasil
rukyatul hilal tersebut kemudian disahkan melalui sumpah oleh Hakim Pengadilan
Agama Cibadak, sebelum dilaporkan secara resmi ke Kementerian Agama Republik
Indonesia sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat nasional.”Ungkapnya.
Ditempat lain yang terpisah Pemerintah melalui Kementerian
Agama Republik Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu (21/3/2026).Keputusan
tersebut diambil dalam Sidang Isbat dengan mempertimbangkan: Hasil rukyatul
hilal dari berbagai daerah di Indonesia, Data hisab (perhitungan astronomi),
dan kriteria MABIMS.Mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei,
Indonesia, Malaysia, dan Singapura), hilal dinyatakan memenuhi syarat jika
memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi tertentu. Jika belum
memenuhi, maka bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). *(GUNTA)










