PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Kamis
tanggal 19 Maret 2026. Kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi terkait
penggunaan Lapang Merdeka untuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H menuai
gelombang kritik dari berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya dari Pemuda
Muhammadiyah, sorotan juga datang dari Forum Pemuda Lintas Agama (FORMULA) Kota
Sukabumi.
Sebelumnya, ajuan penggunaan Lapang Merdeka oleh Pimpinan
Daerah Muhammadiyah (PD Muhammadiyah) Kota Sukabumi tidak mendapat persetujuan,
dengan alasan menunggu penetapan resmi pemerintah pusat. Keputusan ini dinilai
memicu polemik dan rasa ketidakadilan.Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota
Sukabumi batal menggelar Solat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026
.Hal ini setelah Pemerintah Kota Sukabumi, tidak mengabulkan permohonan PDM
Kota Sukabumi untuk menggelar Solat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapang Merdeka
Kota Sukabumi.
Dalam kesempatanya Ketua PDM Kota Sukabumi, Ade
Rahmatullah, menegaskan “ Bahwa perubahan lokasi pada tahun ini tidak
mengurangi makna dan kekhusyukan ibadah Idulfitri. Alhamdulillah,
kami masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan Shalat Idulfitri bersama.
Penolakan penggunaan Lapangan Merdeka bukan menjadi penghalang dalam
menjalankan syiar Islam. Penolakan penggunaan Lapangan Merdeka Kota
Sukabumi bukan kali pertama terjadi. Pada 2023 lalu, isu serupa sempat mencuat
saat Achmad Fahmi menjabat sebagai Wali Kota Sukabumi.” Tegas Ade Rahmatullah
kepada awak media.
Lebih jauh Ade Rahmatullah menambahkan “ Dalam surat
balasan yang dikirimkan, tidak terdapat pernyataan penolakan. Pemerintah daerah
hanya menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Idulfitri oleh Pemda mengikuti
ketetapan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama.Meski warga Muhamadiyyah
tidak bisa melaksanakan Solat Idul Fitri 14447 Hijriah di Lapang Merdeka Kota
Sukabumi, karena terbentur izin dari Pemkot Sukabumi, namun ribuan jamaah tetap akan memadati dua lokasi
pelaksanaan Solat Idul Fitri, yakni Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)
dan Perguruan Aisyiyah Cipoho.Walaupun lokasinya berbeda, suasana tetap terasa
hangat dan khusyuk. Justru terasa lebih dekat dengan sesama jamaah.Dengan
pelaksanaan di dua titik ini, Muhammadiyah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya
untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat. “Semoga
Idulfitri ini membawa keberkahan dan semakin mempererat persaudaraan antarumat.”Tambahnya.
Sampai artikel ini dipublikasikan, Redaksi PATROLI SUKABUMI.CO.ID
belum mendapatkan respon dan klarifikasi resmi dari Pemerintah Kota Sukabumi
terkait polemik penolakan ini.*(PAJAR RAHAYU )











