terkini

Dampak Bencana Alam Dari Pergerakan Tanah Di Bantargadung Puluhan Warga Masyarakat Terpaksa Mengungsi

Patroli Sukabumi
, Sabtu, Februari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-03-01T06:38:52Z



PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Minggu tanggal 1 Maret 20226. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melakukan langkah cepat untuk memitigasi dampak bencana alam pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung. Bencana alam pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa/ Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi kian mengkhawatirkan. Retakan tanah yang terus bergerak menyebabkan 25 rumah dinyatakan tidak layak huni dan 60 kepala keluarga masuk kategori siaga.

 

Dalam kesempatanya Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah, mengatakan “Bahwa seluruh warga terdampak saat ini mengungsi ke rumah kerabat di wilayah sekitar, seperti Warungkiara, Ubrug, dan sebagian lokasi aman di Cijambe.Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa bersama BPBD Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam, TNI-Polri, dan relawan telah menyiagakan tenda darurat di depan Masjid Cijambe. Namun hingga kini tenda belum ditempati karena warga memilih tinggal bersama keluarga. Pergerakan tanah terjadi terus-menerus, hampir setiap waktu. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan.”Ujar Uus kepada awak media.


Lebih jauh Uus memparkan “Di balik bencana alam tersebut, pemerintah desa menyoroti aktivitas cut and fill proyek kandang sapi di sekitar lokasi.Saya meminta pengembang segera memperbaiki saluran irigasi agar aliran air hujan tidak mengarah ke zona retakan dan memperparah pergerakan tanah. Pemerintah desa sempat mengeluarkan rekomendasi, namun belum mengetahui secara detail kedekatan lokasi proyek dengan permukiman warga. Temuan dua kolam penampungan air yang justru kering di musim hujan semakin menambah kekhawatiran.Jika kondisi memburuk, opsi relokasi warga mulai dipertimbangkan. Pemerintah desa telah menyiapkan lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi di Kampung Sukamanah sebagai alternatif hunian.Sementara tenda  tenda darurat tetap kami siagakan. Terpantau tanah di Bantargadung belum benar-benar diam.”Pungkas Uus.

 

Terpnatau awak media, Pihak P2BK bersama perangkat desa, kecamatan, Koramil, hingga Polsek setempat terus bersiaga melakukan pemantauan kontinu untuk mengantisipasi pergerakan tanah susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan deras.Pihak otoritas pun meminta warga untuk tidak mengabaikan tanda-tanda alam yang muncul di sekitar tempat tinggal mereka.P2BK mengimbau warga agar tetap waspada. Jika retakan semakin melebar atau terdengar suara pergerakan tanah, segera keluar rumah dan laporkan kepada aparat setempat. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas.Saat ini, warga dan petugas sangat menantikan kajian teknis dari pihak berwenang untuk memastikan tingkat kerawanan lahan. *(GUNTA)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dampak Bencana Alam Dari Pergerakan Tanah Di Bantargadung Puluhan Warga Masyarakat Terpaksa Mengungsi

Terkini