PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Minggu
tanggal 1 Maret 20226. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Sukabumi melakukan langkah cepat untuk memitigasi dampak bencana alam
pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung. Bencana
alam pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa/ Kecamatan Bantargadung,
Kabupaten Sukabumi kian mengkhawatirkan. Retakan tanah yang terus bergerak
menyebabkan 25 rumah dinyatakan tidak layak huni dan 60 kepala keluarga masuk
kategori siaga.
Dalam kesempatanya Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah, mengatakan “Bahwa seluruh warga terdampak saat ini mengungsi ke rumah kerabat di wilayah sekitar, seperti Warungkiara, Ubrug, dan sebagian lokasi aman di Cijambe.Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa bersama BPBD Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam, TNI-Polri, dan relawan telah menyiagakan tenda darurat di depan Masjid Cijambe. Namun hingga kini tenda belum ditempati karena warga memilih tinggal bersama keluarga. Pergerakan tanah terjadi terus-menerus, hampir setiap waktu. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan.”Ujar Uus kepada awak media.
Lebih jauh Uus memparkan “Di balik bencana alam tersebut,
pemerintah desa menyoroti aktivitas cut and fill proyek kandang sapi di sekitar
lokasi.Saya meminta pengembang segera memperbaiki saluran irigasi agar aliran
air hujan tidak mengarah ke zona retakan dan memperparah pergerakan tanah.
Pemerintah
desa sempat mengeluarkan rekomendasi, namun belum mengetahui secara detail
kedekatan lokasi proyek dengan permukiman warga. Temuan dua kolam penampungan
air yang justru kering di musim hujan semakin menambah kekhawatiran.Jika
kondisi memburuk, opsi relokasi warga mulai dipertimbangkan. Pemerintah desa
telah menyiapkan lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi di Kampung Sukamanah
sebagai alternatif hunian.Sementara tenda tenda darurat tetap kami siagakan. Terpantau tanah
di Bantargadung belum benar-benar diam.”Pungkas Uus.
Terpnatau awak media, Pihak P2BK bersama perangkat
desa, kecamatan, Koramil, hingga Polsek setempat terus bersiaga melakukan
pemantauan kontinu untuk mengantisipasi pergerakan tanah susulan, terutama jika
hujan kembali turun dengan deras.Pihak otoritas pun meminta warga untuk tidak
mengabaikan tanda-tanda alam yang muncul di sekitar tempat tinggal mereka.P2BK mengimbau
warga agar tetap waspada. Jika retakan semakin melebar atau terdengar suara
pergerakan tanah, segera keluar rumah dan laporkan kepada aparat setempat.
Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas.Saat ini, warga dan petugas sangat
menantikan kajian teknis dari pihak berwenang untuk memastikan tingkat
kerawanan lahan. *(GUNTA)











