terkini

Bencana Hidrometeorologi Di Kabupaten Sukabumi Kembali Terjadi Dikecamatan Bantar Gadung, Masyarakat Dihimbau Waspada

Patroli Sukabumi
, Jumat, Februari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-02-28T03:33:03Z


PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Sabtu tanggal 28 Februari 2026 Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi sejak seminggu ini mengakibatkan serangkaian bencana alam di beberapa kecamatan. Mulai dari rumah warga yang ambruk diterjang angin kencang hingga infrastruktur vital yang terancam putus akibat luapan sungai.Bencana pergeseran tanah kembali menguji ketahanan permukiman warga di wilayah selatan Jawa Barat. Sejak Minggu (22/2/26) hingga sabtu dini hari (28/2/26). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memicu pergerakan tanah di Kampung Cijambe RT 005/RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.

 

Data sementara yang dihimpun Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung mencatat sedikitnya 25 rumah terdampak dengan kategori kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Empat kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi bangunan tidak lagi aman dihuni.


Informasi dari data P2BK Bantargadung, Sihabudin, menjelaskan “Bahwa retakan pada dinding dan lantai rumah warga terus bertambah luas selama masa pemantauan yang dilakukan sejak Senin hingga Sabtu pagi.Pemantauan kami lakukan secara kontinyu dan berkala. Dari hari ke hari, retakan terlihat semakin melebar. Kondisi ini tentu meningkatkan risiko apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.Berdasarkan pendataan awal, 14 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan lima rumah rusak berat. Total satu RT terdampak langsung oleh pergerakan tanah tersebut.Kategori rusak berat dialami antara lain oleh keluarga Diding S (63 th), Linda Farida (50 th), Muhamad Buhori (25 th), dan Ade Elly Saputra (28 th). Mereka memilih mengungsi demi keselamatan. Selain itu, satu pondok pesantren dengan 20 jiwa santri juga masuk dalam daftar terdampak.”Ungkap Sihabudin kepada awak media.

 

Lebih jauh Sihabudin memaparkan “Secara keseluruhan, puluhan jiwa kini hidup dalam kekhawatiran, terutama saat cuaca mendung masih menyelimuti wilayah tersebut hingga laporan terakhir disampaikan.Faktor utama pemicu kejadian adalah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun terus-menerus selama hampir lima hari.Air yang meresap ke dalam tanah menyebabkan lapisan bawah menjadi jenuh dan kehilangan daya ikat. Kondisi ini memicu pergeseran horizontal yang berdampak langsung pada fondasi bangunan warga.Curah hujan dalam durasi lama membuat tanah tidak stabil. Karena itu kami merekomendasikan pengkajian tanah oleh tenaga ahli sebagai kebutuhan mendesak.Permintaan kajian geologi menjadi krusial untuk menentukan apakah kawasan tersebut masih layak dihuni atau memerlukan relokasi jangka panjang.Dalam penanganan awal, P2BK Bantargadung telah berkoordinasi dengan perangkat desa dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bantargadung. Warga juga diberikan imbauan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap tanda-tanda retakan baru atau suara gemuruh dari dalam tanah.Kami terus siaga. Jika ada perkembangan terbaru, akan segera kami laporkan kembali.”Pungkasnya. *(GUNTA)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bencana Hidrometeorologi Di Kabupaten Sukabumi Kembali Terjadi Dikecamatan Bantar Gadung, Masyarakat Dihimbau Waspada

Terkini