PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Jum,at
tanggal 30 January 2026. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi bergerak
cepat menanggulangi dampak banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Nyalindung
pada akhir Desember 2025. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah
infrastruktur penting yang menjadi penunjang aktivitas masyarakat.Sejumlah
fasilitas publik terdampak, mulai dari jembatan, saluran irigasi, hingga ruas
jalan kabupaten yang tertutup material longsoran. Kondisi ini sempat menghambat
mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian di wilayah tersebut.Menindaklanjuti
kejadian itu, DPU Kabupaten Sukabumi bersama UPTD PU Wilayah Jampangtengah dan
UPTD Alat Berat langsung melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Personel dan alat berat dikerahkan untuk membuka kembali akses jalan serta
meminimalisir risiko bencana lanjutan.
Kepala Bagian Tata Usaha UPTD PU Wilayah Jampangtengah,
Robi Ferdian, mengatakan “Bahwa penanganan dilakukan sejak hari pertama bencana
terjadi. Fokus awal diarahkan pada pemulihan akses masyarakat dan pengamanan
infrastruktur yang mengalami kerusakan.Begitu bencana terjadi pada 28 Desember
2025, kami langsung melakukan penanganan darurat supaya aktivitas warga bisa
segera kembali berjalan.Langkah awal meliputi pembersihan material longsoran
yang menutup badan jalan, penanganan sementara jembatan terdampak, serta
normalisasi saluran irigasi yang tersumbat akibat banjir.Selain itu, DPU
Kabupaten Sukabumi juga melakukan inventarisasi kerusakan sebagai dasar
penyusunan rencana perbaikan jangka menengah hingga permanen. Koordinasi lintas
unit dinilai menjadi kunci percepatan penanganan di lapangan.”Ungkapnya.
Lebih lanjut Robi menambahkn “ DPU Kab Sukabumi juga
peduli.Kami tidak hanya fokus pada kondisi darurat, tetapi juga mendata seluruh
kerusakan agar perbaikan ke depan bisa direncanakan secara menyeluruh.DPU
Kabupaten Sukabumi berharap langkah cepat dan terkoordinasi tersebut dapat
mengurangi dampak bencana terhadap kehidupan masyarakat Nyalindung. Pemerintah
daerah juga mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat
curah hujan tinggi di wilayah rawan banjir dan longsor.”Tambahnya. *(GUNTA)











