PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari
Sabtu tanggl 5 September 2026. Persiapan Festival dan Pameran Bonsai
Sukabumi 2026 terus dikebut. Gelaran seni tanaman kerdil berskala nasional
tersebut istimewanya telah resmi masuk dalam salah satu agenda utama rangkaian
perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 tahun 2026.
Menjelang pembukaan yang dijadwalkan berlangsung pada 19
September 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar rapat
koordinasi secara intensif untuk mematangkan berbagai persiapan dan memastikan
seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal.Rapat koordinasi yang berlangsung
di Aula Kantor Kecamatan Jampang Tengah itu dihadiri langsung oleh Kepala Dinas
Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Kecamatan Jampang Tengah
selaku tuan rumah, pengurus Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Cabang Sukabumi,
serta perwakilan sejumlah perangkat daerah terkait.Persiapan tersebut semakin
mendapat dukungan dengan keterlibatan Bank BJB sebagai sponsor utama kegiatan.
Dalam kesempatanya Sementara itu, Ketua RUBI Cabang
Sukabumi, Wahyu Kurniawan, mengatakan” Bahwa Festival dan Pameran Bonsai
Sukabumi 2026 mengusung tema "Merdeka dalam
Berkarya, Ngahiji Wujudkan Sukabumi Mubarakah sebagai Poros Bonsai
Indonesia." Festival tersebut memiliki dua pilar utama, yakni
lomba dan pameran. Keduanya menjadi ruang bagi para pebonsai untuk berkompetisi
secara sehat sekaligus memperkenalkan bonsai sebagai bagian dari seni,
kreativitas, dan potensi ekonomi masyarakat.Bagi para pencinta bonsai yang
ingin ambil bagian dalam kompetisi, pendaftaran peserta saat ini telah dibuka.
Panitia mengimbau para pebonsai dari berbagai daerah untuk segera melakukan
pendaftaran sekaligus mempersiapkan pohon bonsai terbaik mereka untuk mengikuti
ajang tersebut.Adapun proses penyerahan dan penerimaan fisik tanaman bonsai
akan dimulai pada Senin, 14 September 2026, dan berlangsung hingga 17 September
2026 di lokasi utama kegiatan, yakni Alun-alun Bojonglopang, Kecamatan Jampang
Tengah.”Ucapanya.
Sementara itu Camat Jampang Tengah, Ichsan Muchlis Sani,
mengatakan “Saya bangga wilayahnya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan bonsai
berskala nasional tersebut. Sya mendukungan
penuh terhadap pelaksanaan festival bonsai ini.Saya bangga atas terpilihnya
Alun-alun Bojong lopang sebagai pusat kegiatan.Pihak kecamatan dan seluruh
elemen masyarakat sangat mendukung penuh event nasional ini. Kami berharap
manfaat ekonomi dan kreativitas dari festival ini dapat dirasakan langsung oleh
masyarakat Jampang Tengah, baik dari sektor UMKM, penginapan, hingga para
pengrajin local.”Ucap Ichsan.
Senada dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar mengatakan “Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan festival tersebut.Kami mengajak semua pihak, baik dari pemerintahan maupun swasta, untuk turut mendukung agar kegiatan ini sukses. Kehadiran para pebonsai dari berbagai daerah tidak hanya mendongkrak sektor pariwisata, tetapi juga memberikan multiplier effect yang luar biasa bagi perputaran ekonomi dan agrobisnis masyarakat Sukabumi.”Ucap H. Ali Iskandar.
Hasil panatauan awak media agenda festival ini.secara
teknis, panitia telah menetapkan rangkaian kegiatan sebagai berikut:
1.14–17 September 2026: Penyerahan dan penerimaan pohon
bonsai peserta di Alun-alun Bojonglopang. Penerimaan terakhir ditutup pada 17
September 2026.
2.18 September 2026: Proses penilaian dan penjurian oleh
tim juri gabungan nasional dan lokal secara objektif.
3.19 September 2026: Puncak kegiatan berupa pameran umum,
pengumuman pemenang, serta penyerahan hadiah.
Puncak kegiatan pada 19 September 2026 dipastikan semakin
semarak karena Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi menjadi salah satu titik
pemberhentian penting dalam rangkaian HJKS ke-156 melalui agenda touring dinas
bertajuk "Ngalongok Dulur Salembur."Pada hari puncak tersebut, Bupati
Sukabumi Drs.H.Asep Japar.MM dijadwalkan hadir langsung untuk melakukan prosesi
gunting pita didampingi Presiden RUBI Pusat, Prof. Zudan Arif Fakrulloh.
Selain membuka secara resmi pameran, Bupati H. Asep Japar
bersama Prof. Zudan juga dijadwalkan menyerahkan hadiah kepada para pemenang
lomba. Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan tradisi penancapan bendera
kemenangan di atas media tanam bonsai peraih juara utama.Momentum tersebut juga
akan dirangkaikan dengan peluncuran buku eksklusif berjudul "Bonsai:
Karya Seni dan Investasi" karya Achmad Zazuli. Buku tersebut
mengulas potensi bonsai tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga nilai
ekonomi dan peluang investasi yang dapat dikembangkan melalui budidaya tanaman
bonsai.
Dipilihnya Alun-alun Bojonglopang, Kecamatan Jampang
Tengah, sebagai pusat festival dinilai selaras dengan tema besar perayaan HJKS
ke-156 tahun ini, yakni "Ngalongok Dulur Salembur: Ngaboseh sa-Jalur,
Ngaraksa Lembur."Secara makna, "Ngalongok Dulur Salembur"
berarti mengunjungi kerabat atau saudara yang berada di wilayah pedesaan.Melalui
tema tersebut, peserta touring yang terdiri dari jajaran komunitas, Forkopimda,
serta masyarakat luas tidak sekadar ditempatkan sebagai wisatawan atau
pelancong. Mereka diharapkan hadir layaknya saudara yang "pulang
kampung" untuk membawa kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.Kegiatan
tersebut juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan
pembangunan di wilayah, sekaligus mendorong potensi ekonomi lokal, khususnya
sektor pariwisata, UMKM, agrobisnis, dan industri kreatif.
Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026 dengan demikian
diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pameran tanaman bonsai,
tetapi juga menjadi ruang promosi potensi daerah serta penggerak ekonomi
masyarakat Jampang Tengah dan Kabupaten Sukabumi secara lebih luas.Kalau ingin,
saya juga bisa membuatkan versi judul yang lebih “menggigit”, bernuansa media
online, atau lebih menonjolkan Bupati Asep Japar dan HJKS ke-156. *(GUNTA/SMSI )










