PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Selasa
tanggal 14 Juli 2026. Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di
Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Aksi yang
dimulai sejak pukul 09.30 WIB tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan
kondusif. ( Senin 13/7/2026).
Kedatangan massa aksi disambut baik secara langsung oleh
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutwali.S.IP. Dalam aksi ini, seluruh
mahasiswa yang hadir dipersilakan masuk ke dalam gedung DPRD guna mengawal
proses penandatanganan surat rekomendasi terkait tuntutan yang dibawa.
Berdasarkan selebaran pers rilis resmi yang dibawa oleh
massa aksi, terdapat lima poin tuntutan utama yang dideklarasikan kepada wakil
rakyat, di antaranya:
1. Evaluasi total program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan
KDMP (Koperasi Desa Merah Putih).
2. Stabilisasi nilai tukar Rupiah.
3. Turunkan harga BBM Non Subsidi (Bahan Bakar Minyak).
4. Tolak Undang-Undang problematik UU TNI/Polri.
5. Sahkan RUU Perampasan Aset.
Dalam kesempatnya Ketua Umum HMI Cabang Sukabumi, Ade Roni
Ronaldo, menegaskan “Bahwa gerakan ini merupakan bagian dari tanggung jawab
moral mahasiswa dalam membela kepentingan rakyat.Aksi ini merupakan komitmen
nyata kami dalam mengawal isu kemahasiswaan dan masyarakat. HMI akan terus
konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial, memastikan setiap kebijakan yang
dilahirkan oleh pemerintah maupun legislatif benar-benar berpihak pada kebutuhan
dan kesejahteraan warga Sukabumi.”Tegas Ade Roni.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten
Sukabumi, Budi Azhar, mengatakan “Bahwa komitmennya untuk mengakomodir seluruh
aspirasi yang disampaikan oleh kader HMI.Kami berkomitmen untuk mengakomodir
semua tuntutan dari rekan-rekan mahasiswa. Berita acaranya akan segera kami
buatkan, dengan estimasi pengerjaan kurang lebih 1 hingga 2 hari kerja. Setelah
selesai, hal ini akan segera diinformasikan Kembali.”Ungkapnya
Terpantau awak media,Setelah penandatanganan surat rekomendasi dan tercapainya kesepakatan bersama, puluhan mahasiswa tersebut membubarkan diri secara teratur.Pihak keamanan yang berjaga di lokasi juga mengapresiasi kedewasaan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum sehingga situasi tetap kondusif hingga akhir acara.*(GUNTA)









