PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Senin
tanggal ,13 Juli 2026. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten
Sukabumi melalui UPTD Pasar resmi menerapkan inovasi digital berupa aplikasi
Sistem Informasi Pasar (SIUPAS). Inovasi ini menjadi langkah strategis
pemerintah daerah dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, serta kemudahan
akses informasi terkait harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar rakyat.
SIUPAS mengintegrasikan data dari 12 pasar rakyat binaan
pemerintah daerah yang terdiri dari pasar tipe A dan tipe B. Melalui sistem
ini, informasi harga kebutuhan pokok diperbarui setiap hari, sementara data
ketersediaan stok barang divalidasi secara berkala guna memastikan akurasi dan
akuntabilitas. Kehadiran aplikasi ini memungkinkan masyarakat memantau langsung
dinamika harga dan pasokan barang secara cepat, mudah, dan real time.
Dalam kesempatanya Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani
Tarsoni, ST.MT. mengungkapkan “ Bahwa digitalisasi pasar melalui SIUPAS tidak
hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga
meningkatkan kualitas tata kelola pasar secara menyeluruh. Dengan SIUPAS,
pengawasan menjadi lebih terstruktur, koordinasi antarinstansi lebih responsif,
serta data yang tersedia dapat dijadikan dasar dalam merumuskan kebijakan untuk
menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.Lebih dari itu, implementasi
SIUPAS juga berdampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah
(PAD).”Ungkapnya.
Lebih lanjut Dani Tarsoni menegaskan “ Bahwa Sistem ini
memungkinkan pencatatan dan penyetoran retribusi pasar dilakukan secara
langsung dan harian, sehingga meminimalisir potensi kebocoran serta
meningkatkan transparansi keuangan. Hasilnya, pendapatan dari sektor pasar
tercatat mencapai sekitar ± Rp,-2,6 miliar.Ke depan, Disdagin Kabupaten
Sukabumi berkomitmen untuk terus mengembangkan fitur-fitur SIUPAS serta
meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola pasar. Upaya ini dilakukan
agar layanan semakin optimal, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta
memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di sektor
perdagangan tradisional.”Tegasnya. *(GUNTA)









