terkini

Seren Taun Kasepuhan Girijaya 2026 -Menjaga Warisan Leluhur di Tengah Arus Modernisasi

Patroli Sukabumi
, Sabtu, Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-28T03:52:34Z



PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Minggu tanggal 28 Juni 2026. Tradisi Seren Taun Kasepuhan Girijaya, Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, akan kembali digelar pada 4–5 Juli mendatang. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari sistem nilai yang hidup dan terus dijaga oleh masyarakat adat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi sekaligus penguatan identitas budaya dan adat istiadat sunda.

 

Kasepuhan Girijaya satu satunya di Kab Sukabumi yang resmi mendapat pengukuhan dari Kementerian Hukum dan HAM dengan regiratsi SK Bupati No.100.3.11.6/Kep.884.DPMD/2024.Jl. Padepokan Girijaya Km.0 RT 10 /RW 04 Desa Girijaya.Kabupaten Sukabumi. KP. 43358. Kasepuhan Girijaya Kecamatan Cidahu dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian adat dan budaya yang telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Keberadaan kasepuhan ini mencerminkan kesinambungan antara tradisi leluhur dengan kehidupan masyarakat masa kini.Di mana nilai-nilai kearifan lokal tetap dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sosial dan menjaga keseimbangan dengan alam.

Dalam perspektif kajian budaya, Seren Taun memiliki makna simbolik yang kuat. Ritual ini menjadi media transmisi nilai antar generasi, sekaligus sarana memperkuat kohesi sosial masyarakat adat. Di tengah derasnya arus modernisasi, eksistensi tradisi seperti ini menjadi penting untuk menjaga identitas lokal agar tidak tergerus perubahan zaman.Selain itu, pengakuan pemerintah terhadap Kasepuhan Girijaya menunjukkan adanya ruang legal bagi masyarakat adat untuk mempertahankan sistem budaya dan wilayah adatnya. Hal ini sejalan dengan amanat konstitusi, khususnya Pasal 18 B ayat (2) UUD 1945, yang mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat.



Dalam kesempatanya Ketua Kasepuhan Girijaya, AFEK (  AA Yana Rosadi ) menegaskan " Bahwa pelaksanaan Seren Taun bukan hanya agenda budaya, tetapi juga bentuk komitmen dalam menjaga amanah leluhur.Seren Taun adalah warisan yang tidak boleh putus. Ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi tentang menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para karuhun" Tegasnya

 

Lebih lanjut AFEK menambahkan" Saya juga berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar lebih memahami akar budaya mereka sendiri, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah dalam upaya pelestarian budaya.Dengan digelarnya Seren Taun Kasepuhan Girijaya, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari dan mampu menjadi benteng dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks. "Tambahnya. *( GUNTA)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Seren Taun Kasepuhan Girijaya 2026 -Menjaga Warisan Leluhur di Tengah Arus Modernisasi

Terkini