PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Minggu
tanggal 28 Juni 2026. Tradisi Seren Taun Kasepuhan Girijaya, Desa Girijaya,
Kecamatan Cidahu, akan kembali digelar pada 4–5 Juli mendatang. Kegiatan ini
bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari sistem nilai yang hidup
dan terus dijaga oleh masyarakat adat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil
bumi sekaligus penguatan identitas budaya dan adat istiadat sunda.
Kasepuhan Girijaya satu satunya di Kab Sukabumi yang resmi
mendapat pengukuhan dari Kementerian Hukum dan HAM dengan regiratsi SK Bupati No.100.3.11.6/Kep.884.DPMD/2024.Jl. Padepokan Girijaya Km.0 RT
10 /RW 04 Desa Girijaya.Kabupaten Sukabumi. KP. 43358. Kasepuhan Girijaya Kecamatan Cidahu dikenal sebagai salah satu
pusat pelestarian adat dan budaya yang telah mendapatkan pengakuan dari
pemerintah. Keberadaan kasepuhan ini mencerminkan kesinambungan antara tradisi
leluhur dengan kehidupan masyarakat masa kini.Di mana nilai-nilai kearifan
lokal tetap dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sosial dan menjaga
keseimbangan dengan alam.
Dalam perspektif kajian budaya, Seren Taun memiliki makna simbolik yang kuat. Ritual ini menjadi media transmisi nilai antar generasi, sekaligus sarana memperkuat kohesi sosial masyarakat adat. Di tengah derasnya arus modernisasi, eksistensi tradisi seperti ini menjadi penting untuk menjaga identitas lokal agar tidak tergerus perubahan zaman.Selain itu, pengakuan pemerintah terhadap Kasepuhan Girijaya menunjukkan adanya ruang legal bagi masyarakat adat untuk mempertahankan sistem budaya dan wilayah adatnya. Hal ini sejalan dengan amanat konstitusi, khususnya Pasal 18 B ayat (2) UUD 1945, yang mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat.
Dalam kesempatanya Ketua Kasepuhan Girijaya, AFEK ( AA Yana Rosadi ) menegaskan " Bahwa
pelaksanaan Seren Taun bukan hanya agenda budaya, tetapi juga bentuk komitmen
dalam menjaga amanah leluhur.Seren Taun adalah warisan yang tidak boleh putus.
Ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi tentang menjaga keseimbangan antara
manusia, alam, dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para karuhun" Tegasnya
Lebih lanjut AFEK menambahkan" Saya juga berharap
kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar lebih memahami
akar budaya mereka sendiri, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat adat
dan pemerintah dalam upaya pelestarian budaya.Dengan digelarnya Seren Taun
Kasepuhan Girijaya, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari dan
mampu menjadi benteng dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin
kompleks. "Tambahnya. *( GUNTA)

.jpeg)







