PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Jum,at
tanggal 10 April 2026.Rencana pembangunan tol gate pariwisata di tingkat
kabupaten Sukabumi dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak. Jika ditelaah
secara komprehensif, kebijakan ini justru berpotensi menimbulkan lebih banyak
dampak negatif dibandingkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam kesempatanya Sekjen LSM PEKAT-IB ( Penyakit Masyrakat Indonesia
Bersatu ) DPC Kab Sukabumi Zefry mengungkapkan “ Hasi investigasi dan informasi
dan Kajian darin teman teman berbagai
Aktivis / LSM / Ormas / Jurnalist Peduli Kab Sukabumi didapat :
Pertama - Dari sisi urgensi, pembangunan tol gate belum
sejalan dengan kondisi riil infrastruktur pariwisata di daerah. Banyak
destinasi wisata yang masih menghadapi persoalan mendasar, seperti akses jalan
yang belum optimal, minimnya fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum
(fasum), serta kurangnya sarana pendukung seperti area parkir, sanitasi,
keamanan, dan pusat informasi wisata. Dalam kondisi seperti ini, penambahan tol
gate justru terkesan melompat dari prioritas utama.
Kedua - keberadaan tol gate berpotensi menambah beban biaya
bagi masyarakat dan wisatawan. Alih-alih mendorong peningkatan kunjungan,
kebijakan ini bisa menimbulkan efek psikologis berupa penurunan minat wisata,
terutama bagi wisatawan lokal yang sensitif terhadap biaya tambahan. Dampak
lanjutannya adalah berkurangnya perputaran ekonomi di sektor UMKM sekitar
destinasi wisata.
Ketiga - Terdapat potensi kebocoran tata kelola dan konflik
kepentingan dalam pengelolaan tol gate, terutama jika tidak disertai sistem
transparansi dan akuntabilitas yang kuat. Hal ini membuka ruang bagi
praktik-praktik yang justru merugikan pendapatan daerah dan kepercayaan publik.
Oleh karena itu, langkah yang lebih rasional dan berpihak
kepada masyarakat adalah memprioritaskan pembenahan fasos dan fasum, serta
penguatan daya tarik destinasi wisata itu sendiri. Perbaikan akses jalan,
penataan kawasan wisata, peningkatan kebersihan, keamanan, serta pengembangan
spot-spot wisata yang inovatif akan memberikan dampak langsung terhadap
peningkatan jumlah kunjungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.Dengan kata
lain, pembangunan tol gate pariwisata saat ini bukanlah solusi, melainkan
potensi masalah baru. Pemerintah daerah seharusnya fokus pada fondasi dasar
pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif, bukan pada kebijakan
yang berisiko menambah beban tanpa memberikan manfaat signifikan.”Ungkapnya. *(
GUNTA ) Dikutip dari berbagai narasumber dilapangan










