terkini

Pemerhati Sosial Demmy Pratama Soroti Media Sosial Yang Kian Menjadi ‘Ruang Persekusi’

Patroli Sukabumi
, Sabtu, November 22, 2025 WIB Last Updated 2025-11-22T11:22:28Z



PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Sabtu tanggal 22 November2025.Perkembangan ruang-ruang digital yang awalnya menjadi wadah berekspresi dan bertukar gagasan, kini berubah layaknya meja persidangan tanpa aturan. Hal itu disampaikan pemerhati sosial sekaligus CEO Media Sukabumi Satu, dan Ketua Bidang Sosial Jampang Tandang Makalangan ( JTM).

 

Demmy Pratama Adiputera, mengungkapkan “ Bahwsanya saat menyoroti kondisi media sosial yang dinilainya semakin memprihatinkan.Jagat maya dewasa ini telah dipenuhi pengguna yang terburu-buru menghakimi sebelum memahami. “Ruang diskusi” itu hampir tidak ada. Yang tersisa justru ruang persekusi dengan komentar-komentar tajam yang miskin tatakrama. Saya menilai, banyak pengguna media sosial yang mengabaikan asas praduga tak bersalah, etika sosial, hingga nilai-nilai kemanusiaan. Semua itu seolah menjadi hal yang wajar demi mengejar perhatian publik dan demi sebuah nilai “FYP”.Fenomena ini menyedihkan. Hal-hal yang seharusnya direnungkan justru dijadikan konsumsi publik, diperjualbelikan sebagai ‘Cemilan’ sensasi, dan bahkan diolah menjadi produk sampah tanpa makna.”Ungkapnya

 

Lebih lanjut Demmy menambahkan “ Sebagai seorang pemerhati sosial, dan juga aktif sebagai Pengurus Serikat Media Cyber Indonesia, sangat memprihatinkan muncul dari kegelisahan melihat perilaku bermedia sosial yang semakin menjauh dari nilai kebijaksanaan dan empati. Ia menegaskan, perkembangan teknologi seharusnya meningkatkan kualitas komunikasi, bukan mengubah manusia menjadi hakim-hakim maya yang buta dan tuli terhadap kebenaran. Saya pun mengajak masyarakat untuk lebih bijak, menahan jari sebelum mengomentari, serta kembali menghadirkan ruang dialog yang sehat. “Media sosial itu alat, bukan medan penghakiman. Yang menentukan sehat tidaknya ruang itu adalah kita sendiri.Dengan pandangan kritis dan kepeduliannya, Saya berharap ekosistem digital dapat kembali menjadi ruang yang beradab, mendidik, serta memberi manfaat bagi masyarakat." Menjaga nalar sehat, adalah Jihad intelektual di era sosial media saat ini.Tambahnya. *(GUNTA)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pemerhati Sosial Demmy Pratama Soroti Media Sosial Yang Kian Menjadi ‘Ruang Persekusi’

Terkini