PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Jum,at
tanggal 4 September 2026 bertempat dilokasi ,di Bumi Mandiri Center, Kecamatan
Kadudampit .Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi (Disdagin)
resmi menggelar Festival Kopi Sukabumi II pada 3–4 September 2026. Festival ini
menjadi ajang promosi komoditas unggulan kopi lokal sekaligus rangkaian
peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156.Kegiatan dibuka langsung oleh
Bupati Sukabumi, Drs.H.Asep Japar.MM,pada Kamis 3 September 2026. Turut hadir
jajaran Disdagin, pelaku IKM kopi, petani, serta komunitas penikmat kopi dari
berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar mengungkapkan “Saya
berkomitmen untuk mengukuhkan kembali citra kopi Sukabumi sebagai "EMAS
HITAM" atau black gold. Sebutan itu bukan baru, melainkan sudah
melekat sejak era kolonial karena kualitasnya yang tinggi.Saya ingin
mengukuhkan kembali biji kopi dari daerah terluas se-Jawa Barat ini sebagai
emas hitam. Apalagi sebutan tersebut sudah menempel untuk kopi Kabupaten
Sukabumi sejak zaman colonial. Sejarah mencatat kopi Sukabumi memiliki
jejak panjang di industri perkopian nasional. Kualitasnya bahkan menjadi tolok
ukur mutu yang tinggi dan warisan kebanggaan daerah. Saya
berkeinginan bahwa kopi Kabupaten Sukabumi bukanlah sekadar impian. Kita punya
aset agraria berupa lahan perkebunan kopi yang luar biasa. Lahan itu tersebar
di Kecamatan Gegerbitung, Sukaraja, Kadudampit, hingga Kabandungan.”Ungkap
Bupati Asep Japar.
Lebih lanjut Bupati Asep Japar menegaskan “ Saya juga
menyoroti masih adanya lahan perkebunan yang terbengkalai. Saya mendorong agar
lahan tersebut bisa dikerjasamakan dengan petani kopi agar produktivitas dan
kesejahteraan petani semakin meningkat.Dengan begitu produksi kopi di Kabupaten Sukabumi bisa semakin melimpah dan
petani kita semakin sejahtera.Festival ini disebut sebagai wujud nyata komitmen
Pemkab Sukabumi dalam mendukung petani dan Industri Kecil Menengah (IKM)
pengolah kopi. Dukungan tersebut tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga
pada aspek pasar.Kami berkomitmen terus mendukung agar kualitas dan inovasi IKM
pengolah kopi semakin baik. Salah satu bentuknya adalah dengan mendorong
penyerapan dan pembelian kopi asli Sukabumi.”Tegasnya
Sementara itu, Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni.ST. MT mengatakan “Bahwa festival dua hari ini dirancang sebagai langkah membangun ekosistem perkopian di Sukabumi secara menyeluruh.Sebagian besar arahan Bapak Bupati telah kami wujudkan di festival ini. Selama 3–4 September 2026 akan ada talkshow dan workshop terkait kopi, mulai dari budidaya hingga pemasaran.Puncak kegiatan juga dimeriahkan lomba cupping untuk tiga kategori: Arabika Fullwash, Arabika Natural, dan Robusta Natural. Penjurian dilakukan oleh para ahli dan juri bersertifikat di bidang perkopian.”Katanya
Lebih jauh Dani menambahkan “Kami menghadirkan narasumber
ahli agar standar mutu kopi Sukabumi bisa terus naik. Ini penting untuk
menembus pasar yang lebih luas. festival kopi ini merupakan
manifestasi nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Terutama dalam
mendukung petani dan industri kecil menengah (IKM) pengolah kopi untuk
meningkatkan kualitas dan inovasi.Festival ini diikuti sekitar 30 IKM kopi dari
berbagai kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Mereka menampilkan beragam produk
kopi terbaik, mulai dari biji, bubuk, hingga produk olahan kekinian.Dengan
adanya Festival Kopi Sukabumi II, Pemkab berharap kopi Sukabumi tidak hanya
dikenal di tingkat lokal, tetapi juga bisa menjadi komoditas ekspor yang
membanggakan Jawa Barat.”Tambahnya.*(GUNTA)










