PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Rabu
tanggal 15 Aprill 2026. Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Desa
Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, memicu banjir yang
menggenangi ruas jalan provinsi Sukabumi–Sagaranten. Peristiwa tersebut terjadi
di Kampung Legok Areuy sekitar pukul 15.00 WIB.Air meluap dari area perkebunan
warga dan mengalir deras ke badan jalan. Selain menggenangi permukaan aspal,
arus air juga menyeret material berupa batu hingga menumpuk di tengah jalan,
sehingga sempat menghambat arus kendaraan yang melintas. (
Selasa 14/4/2026)
Salah satu saksi mata yang merupakan warga setempat, Dadang
menjelaskan “ Bahwa kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang membuat
saluran drainase tidak mampu menampung debit air.Peristiwa tersebut terjadi
cepat dan bukan disebabkan oleh longsor, melainkan limpasan air dari lahan di
atas jalan.Air berasal dari kebun warga yang berada di atas. Karena hujan
deras, drainase tidak sanggup menampung, akhirnya meluap ke jalan dan membawa
material batu. Bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya di lokasi yang
sama, tepatnya pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan kawasan tersebut memang
rawan terdampak limpasan air saat hujan dengan intensitas tinggi.”Jelas Dadang.
Sementara itu ditempat lokasi yang berbeda dampak curah
hujan tinggi juga di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, mengakibatkan jembatan
darurat ambruk setelah tak mampu menahan derasnya arus sungai yang meluap.
Jembatan
berbahan bambu tersebut sebelumnya menjadi penghubung utama antara Kampung
Tanggeng dan Kampung Cipiit. Ironisnya, fasilitas vital itu baru saja rampung
dibangun sekitar tiga bulan lalu, tepatnya pada awal Januari 2026.
Menurut saksi mata dari warga setempat Asep mengatakan “Kejadian
sangat cepat air yang begitu deras
menyapu jembatan darurat. Jembatan ini menjadi bukti bahwa jembatan darurat
tidak bisa dijadikan solusi jangka panjang bagi kebutuhan akses warga.
Diperlukan pembangunan infrastruktur yang lebih kuat dan permanen agar tidak
terus berulang setiap musim hujan. Sayapun berharap pemerintah daerah segera
turun tangan untuk menangani persoalan tersebut, mengingat pentingnya jalur
penghubung antar kampung bagi kehidupan masyarakat.Kami berharap ada penanganan
cepat dari pemerintah, agar akses warga bisa segera pulih dan aktivitas kembali
normal.”Tegasnya. * (GUNTA)








