PATROLI SUKABUMI.CO.ID--Hari
Rabu tanggal 11 Maret 2026. Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai
lokasi pengungsian penyintas bencana pergerakan tanah di Kecamatan
Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (10/3/2026). Di tengah bulan suci
Ramadan, Bupati Sukabumi Drs.H.Asep Japar, MM hadir langsung di posko
pengungsian untuk berbuka puasa bersama warga yang terdampak bencana.Kegiatan
yang berlangsung di halaman SDN 1 Bantargadung itu menjadi momen kebersamaan
sekaligus bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap masyarakat
yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana.
Kehadiran Bupati Asep Japar disambut antusias oleh para
penyintas. Ia terlihat menyapa warga satu per satu, berbincang hangat dengan
para orang tua, menggendong anak-anak, hingga membagikan takjil kepada para
pengungsi yang telah beberapa waktu terakhir tinggal di lokasi tersebut.Bagi
para warga, kehadiran langsung orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi itu
menjadi suntikan semangat di tengah situasi yang tidak mudah.
Dalam keterangannya, Bupati Asep Japar menegaskan “ Bahwa
pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir dan memastikan warga terdampak
bencana mendapatkan perhatian serta bantuan yang dibutuhkan.Sebagai pemerintah
daerah, kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Kami hadir untuk
memberikan semangat sekaligus membantu meringankan beban warga yang terdampak
bencana. Tak hanya berbuka puasa bersama, pada kesempatan tersebut
Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH)
sebesar Rp3 juta kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diberikan sebagai
solusi sementara agar para penyintas dapat menyewa atau mengontrak rumah sambil
menunggu proses relokasi ke lokasi yang lebih aman.”Ujar Asep Japar.
Lebih jauh Bupati Asep Japar menambahkan “ Saya mengaku
prihatin melihat kondisi warganya yang masih bertahan di pengungsian, terlebih
menjelang Hari Raya Idulfitri.Saya tidak tega melihat warga kami menjelang
Lebaran masih berada di pengungsian. Karena itu kami memberikan bantuan dana
agar warga bisa mengontrak rumah tinggal sementara.Bahwa pemerintah daerah saat
ini tengah mempersiapkan rencana relokasi bagi para penyintas bencana
pergerakan tanah tersebut. Namun, penentuan lokasi relokasi masih memerlukan
koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta kajian teknis terkait kondisi
dan stabilitas lahan agar benar-benar aman untuk ditempati.Untuk lokasi
relokasi sebenarnya sudah ada gambaran, namun akan kami koordinasikan terlebih
dahulu dengan pemerintah provinsi. Selain itu juga harus dilakukan pengkajian
terkait keamanan dan stabilitas lahannya. Bahwa hari tersebut merupakan
hari terakhir masa penetapan status tanggap darurat bencana di wilayah
tersebut. Selanjutnya, pemerintah daerah akan memasuki masa transisi menuju
tahap pemulihan guna mempercepat penanganan pascabencana serta memastikan warga
dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.”Pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Sukabumi secara simbolis
menyerahkan buku tabungan Dana Tunggu Hunian senilai Rp3 juta kepada perwakilan
warga terdampak sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu
masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.Di tengah keterbatasan yang
dialami para penyintas, momen berbuka puasa bersama tersebut menjadi penguat
harapan bahwa pemerintah hadir dan terus berupaya memberikan solusi bagi warga
yang terdampak bencana.*(GUNTA)











