PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Minggu
tanggal 15 February 2026. Kondisi lalu lintas di exit Tol
Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, dipadati kendaraan roda empat. Kepadatan
didominasi kendaraan pribadi yang hendak berlibur papajar maupun pulang kampung
untuk ziarah menjelang perayaan Imlek.
Berdasarkan pantauan di lokasi sejak pagi hari, antrean
kendaraan mengular hingga ke badan tol. Volume kendaraan yang keluar melalui
gerbang Tol Parungkuda meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.Kemacetan
ini terjadi sejak dua hari terakhir. Pada Sabtu, 14 Februari 2026, arus lalu
lintas terpantau padat sejak pagi hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Kondisi
serupa kembali terjadi pada Minggu pagi dan diperkirakan berlangsung hingga
malam hari, menyesuaikan dengan lonjakan kendaraan.
Banyaknya masyarakat yang memanfaatkan momentum libur untuk kegiatan papajar serta pulang kampung guna berziarah menjadi salah satu penyebab utama kepadatan. Selain itu, momen menjelang Tahun Baru Imlek juga mendorong peningkatan mobilitas warga.Arus kendaraan menuju Sukabumi melonjak tajam pada akhir pekan menjelang Ramadan. Dampaknya langsung terasa di Exit Tol Parungkuda, di mana antrean kendaraan mengular hingga sekitar satu kilometer dan nyaris tak bergerak.Sejak pagi hari, kendaraan roda empat hingga truk besar berdesakan keluar tol. Dominasi kendaraan pribadi terlihat jelas, menandai tingginya mobilitas warga yang memanfaatkan akhir pekan terakhir sebelum bulan suci.Perlambatan terjadi tepat di mulut exit, membuat laju kendaraan merayap, bahkan berhenti total dalam beberapa waktu.
Noval, pengendara asal Bogor, mengaku harus menghabiskan
hampir dua jam hanya untuk bisa keluar dari exit tol. Tujuannya berwisata ke
Palabuhanratu pun tertunda.Macetnya bikin capek, harus terus main kopling dan
persneling. Apalagi saya sendirian. Saya memperkirakan tiba sekitar pukul 15.00
WIB, namun realitanya masih tertahan di ruas nasional Sukabumi–Bogor.Keluar
exit saja sudah lebih dari dua jam.Lonjakan volume kendaraan jelang Ramadan
kembali menempatkan Exit Tol Parungkuda sebagai titik krusial kemacetan.Tanpa
pengaturan tambahan atau rekayasa lalu lintas, kepadatan serupa diperkirakan
akan berulang, terutama pada jam-jam favorit wisata dan arus pulang akhir
pekan.Kalau sudah ada Exit Tol Cisaat gak mau harus lewat Parungkuda. “Cetusnya.*(GUNTA)










