terkini

Kerikil Tajam Jalan Menuju Sukabumi MUBAROKAH

Patroli Sukabumi
, Minggu, September 20, 2026 WIB Last Updated 2026-09-21T01:45:59Z


Oleh: Tim Kajian Patroli Sukabumi.Co.Id & SMSI Sukabumi Raya


PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Senin tanggl 21 September 2026. Paradigma positif  dari Visi Kabupaten Sukabumi 2025-2030 adalah SUKABUMI MUBAROKAH: Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah sepertinya secara explisit stagnan. Visi ini menjadi janji politik Bupati Drs.H. Asep Japar.MM yang harus diterjemahkan oleh seluruh SKPD menjadi program kerja nyata kenyataan mengalami kendala tidak progresif

 

Berdasarkan hasil informasi dan investigasi pantauan para awak media dan SMSI Sukabumi Raya dilapangan dan keluhan masyarakat, implementasi visi tersebut masih jauh panggangan dari api. Indikasi kuat menunjukkan banyak SKPD yang tidak sinkron, berjalan sendiri-sendiri, bahkan hanya melakukan pencitraan belaka di hadapan Bupati tanpa ada praktik nyata di lapangan.

 

 VISI MUBAROKAH REALITA DI LAPANGAN

 

MAJU = PAD meningkat, perizinan cepat, infrastruktur pulih     PBG-SLF mandek 2 bulan karena SK Operator SIMBG tidak ada. Retribusi tidak tertarik. PAD mubazir Dinas PERKIM menghambat.

 

UNGGUL = Pelayanan publik unggul dan berbasis digital OSS-RBA.OSS-RBA terkunci karena KBLI 2022 ke 2025 tidak ada pendampingan. Pelaku usaha bingung, apotek tanpa izin yang sah dianggap legal atau pembiaran dari  DPMPTSP

 

BERBUDAYA= Birokrasi berbudaya melayani, disiplin penegakan aturan dari Satpol PP sebagai penegak Perda diduga melakukan pembiaran Pabrik /Industri  tanpa izin tetap produksi. Budaya melayani dan pembinaan investasi untuk kontribusi terhadap PAD belum ada

 

BERKAH = Pembangunan berkah dirasakan rakyat kecil & penyintas bencana.Pemulihan bencana 2024-2026 masih lambat, warga relokasi belum dapat kepastian hunian. Bupati harus jemput bola sendiri ke KSP,krisis SKPD yang hanya teoritis.

 

INDIKATOR SKPD TIDAK SINKRON & PENCITRAAN

 

Kajian Kajian Patroli Sukabumi.Co.Id & SMSI Sukabumi Raya menemukan 3 pola penyakit birokrasi yang menghambat Sukabumi Mubarokah:

 

1. Pola ABS (Asal Bapak Senang) - Pencitraan Belaka

SKPD hanya pandai membuat laporan indah, foto kegiatan, dan narasi keberhasilan di media sosial. Namun saat diverifikasi dan dikonfirmasi di lapangan, pelayanan dasar macet dan allergi terhadap media. Contoh: Laporan perizinan lancar, faktanya sistem SIM-BG kosong operator.

 

2. Pola Ego Sektoral - Tidak Ada Sinkronisasi

Mubarokah membutuhkan kerja kolaborasi lintas birokrasi . Faktanya:

- Disperkim tidak sinkron dengan DPMPTSP (PBG-SLF tidak nyambung dengan OSS-RBA)

- DPMPTSP tidak sinkron dengan Satpol PP ( Yang memberi izin dan yang menindak tidak ada koordinasi)

- Semua SKPD tidak sinkron dengan visi Bupati untuk menggenjot PAD tahun 2026

 

3. Pola Pemimpin Genjot PAD ,Namun SKPD Nginjak Rem

Bupati Asep Japar berikhtiar keras untuk menggenjot PAD, kejar anggaran pusat ke KSP, perintahkan percepatan pemulihan bencana. Namun di level pelaksana, diduga justru ada yang menghambat. Ini yang paling berbahaya. Ibarat mobil mau maju, tapi rem tangannya masih ditarik oleh sopirnya sendiri.

 

DAMPAK NEGATIF JIKA DIBIARKAN

 

1.Kepercayaan Publik Runtuh: Masyarakat akan menganggap Mubarokah hanya jargon politik tanpa bukti.

 

2.PAD Terus Bocor: Jika PBG-SLF dan izin industri tidak ditertibkan, target PAD 2026 mustahil tercapai di tengah anggaran ketat.

 

3.Bencana Birokrasi: Lebih berbahaya dari bencana alam. Bencana alam bisa dipulihkan bersama KSP, tapi bencana birokrasi karena SKPD tidak loyal akan merusak dari dalam.

 

INTERPRESTASI (KESIMPULAN PANDANGAN ) DAN REKOMENDASI

 

Visi Sukabumi Mubarokah adalah visi yang mulia dan dibutuhkan rakyat. Namun visi besar akan mati jika tidak didukung oleh SKPD yang bermental pelayan, bukan pencitraan.Rekomendasi Tegas:

1.Bupati Harus Lakukan Evaluasi Kinerja 100 Hari.Panggil satu per satu Kadis yang kinerjanya tidak sinkron dengan Mubarokah. Jangan ragu untuk melakukan rotasi/mutasi.


2.Inspektorat Harus Turun: Periksa dugaan maladministrasi dan pembiaran yang merugikan PAD.

 

3.Wujudkan Mubarokah Command Center.Buat sistem kendali terpadu agar Disperkim, DPMPTSP, Satpol PP, PU dan BPBD wajib sinkron dalam satu dashboard pemulihan dan perizinan. Tidak ada lagi alasan tidak sinkron.

 

4.Stop Pencitraan, Mulai Pendampingan. SKPD harus keluar kantor, buka klinik KBLI, klinik PBG, bukan hanya posting kegiatan seremonial.

Semoga Sukabumi Mubarokah akan terwujud ,bukan hanya dengan spanduk dan baliho. Mubarokah terwujud jika PBG lancar, izin apotek tertib, pabrik taat aturan, dan warga bencana dapat rumah layak. Dan ini sebagaian dari Parameter dan Barometernya.*(GUNTA/SMSI )

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kerikil Tajam Jalan Menuju Sukabumi MUBAROKAH

Terkini