PATROLI SUKABUMI.CO.ID—Hari Senin
tanggal 14 September 2026 bertempat di Lokasi di Pendopo Sukabumi.Digelar
acara peringatan
Hari Anak Nasional dan melantik Forum Anak Daerah Kabupaten Sukabumi periode
2026-2028 .
Dalam kesempatanya Bupati Sukabumi Drs.H. Asep Japar.MM mengatakan
“ Saya mengingatkan para generasi muda agar tidak terjebak dalam pergaulan yang
salah. Apalagi generasi muda ini merupakan penerus yang akan menentukan arah
Kabupaten Sukabumi ke depannya. Anak anak jangan sampai salah pergaulan. Jangan
sampai terjebak ke penyalahgunaan narkoba ataupun hal negatif lainnya. Saya mengajak
Forum Anak Daerah Kabupaten Sukabumi untuk menjadi duta di lingkungan
sekolahnya. Sehingga, turut serta
mengedukasi teman -temannya di sekolah.Teruslah aktif sebagai pelopor dan
penggerak bagi teman teman sebaya.”Ucapnya.
Lebih lanjut Bupati Asep Japar menegaskan “Selain itu, para
pengurus Forum Anak Daerah Kabupaten Sukabumi dapat menjadi penyambung lidah
untuk menyuarakan hak hak anak. Termasuk mendorong berbagai kegiatan yang
positif. Mari kita bangun lingkungan yang sehat, agar setiap anak dapat
bermimpi, belajar, berkarya, dan mengembangkan potensinya.Sementara bagi para
orangtua dan pemerintah, memiliki tugas untuk menyiapkan lingkungan uang aman,
sehat, ramah, dan kondusif bagi anak. Termasuk memberikan ruang dan kesempatan
seluas-luasnya bagi anak untuk belajar, berkarya, berprestasi,dan menyampaikan
aspirasi.Peringatan Hari Anak Nasional, menjadi pengingat bagi kita semua bahwa
setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang, mendapatkan, perlindungan,
serta didengar dan dihargai pendapatnya.”Tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi H. Agus Sanusi menambahkan”Bahwa
kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai
pentingnya pemenuhan hak anak. Termasuk memberikan ruang bagi anak untuk
menyampaikan aspirasi, gagasan, dan partisipasi dalam membangun daerah. Apalagi
ada Forum Anak Daerah Kabupaten Sukabumi yang menjadi wadah partisipasi anak.
Sehingga dapat tersalurkan aspirasi dan suara anak sebagai bahan pertimbangan
dalam pembangunan daerah.”Tambahnya. *(GUNTA)









